Minggu, 12 Agustus 2018 17:18 WITA

Ini Wajah Enam Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu

Editor: Aswad Syam
Ini Wajah Enam Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu
Polisi menghadirkan para pelaku penganiayaan dan pembakaran rumah di Jl Tinumbu. Insiden ini dilatarbelakangi kasus narkoba.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus peredaran narkoba menjadi akar penyebab kebakaran di Jalan Tinumbu lorong 166 B, yang terjadi Senin (6/8/2018) lalu. Polisi mengamankan enam orang tersangka atas kasus ini. 

Hari ini, polisi menggelar konferensi pers dan menghadirkan keenam tersangka, yaitu Andi Muhammad Ilham (23), Akbar dg Nampu (32) (penghuni lapas), Riswan (23), Haidir (25), dan Wandi (23). Sementara Irwan Lili yang merupakan penghuni lapas, menjadi perantara atas peredaran narkoba Fahri.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, enam tersangka itu dibagi menjadi dua kasus, yakni kasus penganiayaan dan kasus pembakaran. Riswan, Wandi, dan Haidir menjadi tersangka atas kasus penganiayaan yang dialami Fahri sehari sebelum kebakaran. 

Sementara Andi Muhammad Ilham (23) merupakan eksekutor yang membakar rumah milik H. Sanusi. Ilham diperintah oleh Akbar dg Nampu (32) yang merupakan narapidana kasus pembunuhan dan narkotika, yang berada di Lapas Klas I Makassar. 

"Kasus ini motifnya adalah jual beli narkotika, dimana salah satu korban atas nama Fahri. Bahwa Fahri melakukan transaksi narkoba bersama Akbar Ampu," kata Irwan, saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Makassar, Minggu (12/8/2018).

Irwan juga mengatakan, almarhum Fahri bisa terhuhubung dengan bandar narkoba Akbar di dalam lapas melalui Irwan Lili. Irwan lah yang menelepon Riswan di malam minggu untuk berbicara dengan Fahri. 

Dsri keterangan tersangka, Fahri berutang sembilan saset paket narkoba yang nilainya mencapai Rp10 juta. Ada dua kali, Fahri mengambil paket saset melalui Akbar ini. 

Sementara itu, polisi kini masih melakukan pengejaran pengeksekusi pembakaran yang dilakukan oleh R alias A bersama Andi Muhammad Ilham. 

"Pelaku eksekutor pembakaran itu bersama satu tersangka lagi yang bernama R alias A. Pembakaran ini diduga kuat atas instruksi dari tersangka Akbar," jelasnya. 

Sebelumnya, Fahri beserta lima orang keluarganya yakni Sanusi (kakek), Bondeng (Nenek), Musdalifah (Bibi) beserta Namira dan Hijas (sepupu) tewas atas kasus kebakaran yang terjadi di rumahnya di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Senin dini hari (6/8/2018) lalu.