Minggu, 12 Agustus 2018 14:30 WITA

Golkar Sulsel Pisah Tim Pemenangan Pileg dan Pilpres

Editor: Nur Hidayat Said
Golkar Sulsel Pisah Tim Pemenangan Pileg dan Pilpres
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel bergerak cepat menyongsong Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengungkapkan dalam menghadapi dua pesta demokrasi tersebut, partainya membentuk tim pemenangan yang terpisah antara Tim Pemenangan Pileg dan Tim Pemenangan Pilpres.

"Saya membentuk dua tim, satu tim yaitu semua caleg yang punya kewajiban memenangkan Pileg dan satu tim untuk memenangkan Pilpres. Jadi, saya membedakan tim pemenangan Pileg dan Pilpres," tutur NH saat ditemui disela-sela Workshop dan Pembekalan Caleg Golkar se Sulsel di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani Makassar, Minggu (12/8/2018).

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut membeberkan alasannya membentuk dua tim berbeda. Menurutnya, hal tersebut tak lepas dari budaya dan psikologi massa masyarakat Sulsel.

"Kenapa? Karena kondisi budaya kita, psikologi massa masyarakat Sulsel dan budaya paterialistik dan sebagainya itu membuat kita harus fokus pada satu tugas sementara kedua-duanya tidak boleh tertinggal. Caleg fokus pada pemenangan Pileg dan partai fokus pada pemenangan Pileg dan Pilpres. Dengan demikian, Insyaallah Golkar akan kembali berjaya di Sulsel," tegasnya.

Golkar Sulsel Pisah Tim Pemenangan Pileg dan Pilpres

Disinggung target Golkar Sulsel di Pileg mendatang, NH mengaku optimistis akan membawa kembali partai berlambang beringin tersebut sebagai partai pemenang di Sulsel.

"Kita menargetkan di Sulsel untuk menjadi partai pemenang dengan kursi sebanyak-banyaknya. Makanya hari ini kita melakukan pembekalan. Namanya saja pembekalan, kita memberikan beberapa strategi dan taktik dalam upaya memenangkan Pileg sesuai target yang kita canangkan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Workshop dan Pembekalan Caleg Golkar se-Sulsel dihadiri oleh 915 Bacaleg, baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota.