Minggu, 12 Agustus 2018 14:12 WITA

Pesawat Hancur Berkeping-keping, Sulit Diterima Akal Bocah 12 Tahun Selamat

Editor: Abu Asyraf
Pesawat Hancur Berkeping-keping, Sulit Diterima Akal Bocah 12 Tahun Selamat
Kondisi pesawat Dimonim Air saat ditemukan di Gunung Menuk, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (12/8/2018).

RAKYATKU.COM - Sulit membayangkan bagaimana bocah 12 tahun, Jumaidi bisa selamat dalam insiden jatuhnya pesawat perintis, Dimonim Air di Gunung Menuk, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Sabtu (11/8/2018). Pesawat hancur berkeping-keping.

Badan pesawat ditemukan Minggu pagi (12/8/2018). Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, polisi, dan masyarakat menemukan pesawat Dimonim dalam kondisi hancur. 

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, pesawat hancur setelah menghantam hutan belantara di Gunung Menuk.

Pesawat dengan rute Bandara Tanah Merah ke Oksibil, Pegunungan Bintang itu mengangkut sembilan orang. Termasuk pilot dan kopilot. Semua tewas, kecuali Jumaidi yang baru berusia 12 tahun.

Namun, saat ditemukan, korban mengalami patah tulang pada tangan kanan. Dia langsung dievakuasi ke RSUD Oksibil untuk mendapatkan perawatan.

Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, termasuk Oksibil merupakan daerah terisolir. Hal itu bisa dilihat dari bagaimana hubungan antara distrik, dan wilayah lain hanya mengandalkan transportasi udara.

Selain harga penerbangan yang mahal, hampir semua lapangan terbang di seluruh Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang hanya dapat berfungsi pada waktu-waktu tertentu, yaitu antara jam 06.00 sampai dengan jam 11.00 WIT.

Sebelumnya Dimonim Air PK-HVQ jenis Pil PC-6 Porter dikabarkan hilang kontak dalam perjalanannya dari Bandara Tanah Merah ke Oksibil, Pegunungan Bintang. Pesawat yang membawa 9 orang penumpang termasuk kru, harusnya tiba di Bandara Oksibil pada 14.30 WIT. Kontak terakhir terjadi pukul 14.17 WIT di ketinggian 7000 kaki.