Minggu, 12 Agustus 2018 11:46 WITA

Selamat dari Pesawat Jatuh, Bocah 12 Tahun Patah Tangan Kanan

Editor: Abu Asyraf
Selamat dari Pesawat Jatuh, Bocah 12 Tahun Patah Tangan Kanan
Pesawat Dimonim Air

RAKYATKU.COM - Jumaidi (12) ditakdirkan selamat dalam peristiwa jatuhnya pesawat perintis Dimonim Air di Oksibil, Papua. Dia satu-satunya penumpang yang ditemukan selamat, Minggu pagi (12/8/2018).

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, dari sembilan penumpang pesawat, termasuk pilot dan kopilot, semuanya tewas, kecuali bocah tersebut. Bocah tersebut dan korban lainnya telah dievakuasi ke Oksibil.

Sekadar informasi, pesawat itu dipiloti Lessie dan kopilot Wayan Sugiarta. Tujuh penumpangnya yakni Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus, serta Jumaidi.

Saat ditemukan, Jumaidi masih hidup, namun dalam keadaan patah tangan kanan. Dia segera mendapat pertolongan medis.

Pesawat Dimonim Air hilang kontak dalam penerbangan dari Tanah Merah ke Oksibil, Papua, pada Sabtu (11/8/2018). Pesawat dipiloti Leslie Sevove dan Co pilot Wayan Sugiarta terbang dari Tanah Merah pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT.

Pesawat Phylatus diduga kuat menabrak Gunung Menuk yang berada dalam kawasan Pegunungan Bintang. Dugaan itu diperkuat dari laporan warga sekitar Leo Kakyarmabin yang menelepon Kasat Intel Polres Pegunungan Bintang. Leo mendengar suara pesawat yang menuju gunung dan tidak lama kemudian terdengar ledakan.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-HVQ melakukan kontak pertama (first contact) dengan Tower Oksibil pada pukul 14.11 WIT. Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, di mana pesawat  melaporkan posisi "overhead" ketinggian 7.000 kaki.

Berita Terkait