Minggu, 12 Agustus 2018 11:28 WITA

Akbar Faizal Suntik Andi Arief Agar Lapor KPK, Sandi Uno Tantang Begini

Editor: Abu Asyraf
Akbar Faizal Suntik Andi Arief Agar Lapor KPK, Sandi Uno Tantang Begini
Prabowo-Sandi saat mendaftar ke KPU RI.

RAKYATKU.COM - Politikus Partai Nasdem, Akbar Faizal ikut memanas-manasi Wasekjen Demokrat, Andi Arief. Anggota DPR RI itu menyarankan agar kasus mahar tersebut segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bro AndiArief, kami sangat hargai sikapmu membuka soal mahar Rp500 miliar itu. Selain jumlahnya yang amat besar, itu cara menghindarkan negeri ini jatuh ke tangan pemilik modal. Perbedaan parpol tak harus menjadikan kita berbeda tujuan: Indonesia bermartabat. Kalau perlu lapor ke KPK," ujar Akbar Faizal.

Andi Arief sendiri belum berhenti melontarkan cuitan di Twitter hingga pagi ini, Minggu (12/8/2018). Walau Partai Demokrat telah resmi sebagai parpol pengusung Prabowo-Sandi, Andi Arief masih terus menyerang dengan senjata "mahar" tersebut.

"Saya berniat baik, mencegah Pak Prabowo mengambil langkah salah. Jika ini saya teruskan ke ranah hukum, Sandi Uno bisa terindikasi suap karena masih menjabat wagub dan pimpinan PAN-PKS bisa terlibat. Ini sudah jadi pengetahuan publik," kata Andi Arief.

Sementara Sandiaga Uno tidak takut dengan ancaman akan dilaporkan ke KPK. Mantan ketua umum BP Hipmi ini malah mengaku senang jika bisa diselesaikan di KPK.

"Tentunya apa yang menjadi concern-nya Pak Andi Arief itu menjadi concern nasional dan akan kita bicarakan di KPK. Ini harus ada kejelasan sumbernya dari mana, harus jelas,” kata Sandi usai mengunjungi kediaman Sutrisno Bachir di Simpruk, Jakarta Selatan, Sabtu malam (11/8/2018).

Dia mengatakan, biaya kampanye sangat besar. "(Biaya kampanye) di DKI sudah cukup mahal, apalagi di level nasional. Harus ada pemikiran tokoh-tokoh yang mengerti pengelolaan dana kampanye yang sama-sama memberikan masukan agar ada perubahan di Republik ini. Sehingga politik kita lebih terbuka, bersih, dan bisa dipercaya,” ucapnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno membenarkan adanya uang Rp500 miliar untuk PAN dan PKS. Namun, dia mengatakan bahwa uang tersebut sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye.