Sabtu, 11 Agustus 2018 20:05 WITA

Usai Temui SBY, Andi Arief Bilang Begini

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Usai Temui SBY, Andi Arief Bilang Begini
Andi Arief.

RAKYATKU.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dipangil Susilo Bambang Yudhoyono terkait pernyataanya tentang mahar yang dibayarkan Sandiaga Uno Rp 500 M agar jadi cawapres Prabowo Subianto. 

"Saya ingin mencegah karena itu kalau benar terjadi dan kemungkinan benar menurut saja terjadi karena itu penjelasan tim kecil di sana (Gerindra)," kata Andi ketika ditemui usai bertemu SBY, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2018).

"Pada waktu malam itu kita mendengar itu, saya ingin mencegah agar itu tidak terjadi dan tidak sepihak diambil keputusannya karena itu tidak baik untuk demokrasi dan kalau diawali proses yang salah biasanya hasil enggak menipu, hasil bisa salah juga nanti," bebernya.

Dia menepis sindirannya kepada Prabowo karena tidak diterimanya Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pihaknya ingin berusaha memenangkan Prabowo dengan cara yang benar.

"Bukan berarti saya memaksakan AHY, tidak. Lebih baik koalisi ini. Karena saya bersama Pak SBY dan yang lain berusaha memenangkan Pak Prabowo dengan cara yang benar. Cara yang benar itu apa? Kita cari calon yang bisa memenangkan dia," papar Andi.

Dia menjelaskan ingin dengan modal positif. Dan tidak modal nekat. Pihaknya ingin pasangan yang mendampingi Prabowo memiliki elektabilitas yang baik.

"Tidak bisa dengan modal nekat orang tidak punya elektabilitas tapi punya kekuatan di bidang lain, itu yang dipaksakan," kata Andi.

loading...

"Itu sebenarnya menjerumuskan Pak Prabowo sendiri. Kita ingin betul-betul dari hati nurani paling dalam, sampai Pak SBY bercerita bagaimana memenangkan jateng, jatim, daerah-daerah non muslim yang penolakannya kuat akibat 212. Kita sudah punya cara yang bagus dengan calon yang tepat," lanjut Andi.

Dia pun terkejut terkait cuitannya yang tersebar. Apalagi kata dia terkait Jenderal Kardus. Makna kardus kata Andi yaitu mudah dilipat-lipat atau dibentuk.

"Saya juga kaget itu bisa jadi viral, yang saya maksud jenderal kardus itu kardus itu kan gampang dilipat-lipat gampang dibuat bentuk a,b,c. Harusnya jadi seperti batu gitu keras pendirian terhadap sesuatu tapi punya hitungan. Itulah seorang jenderal menurut saya," bebernya dilansir laman Merdeka.

Karena itu, Andi berharap Prabowo tidak mudah dipengaruhi. Dia menyakini Demokrat bisa memenangkan Prabowo dengan elektabilitas.

"Jadi jangan gampang dipengaruhi hal-hal lain yang mempengaruhi kemenangan. Mungkin pak prabowo yakin dengan eksperimen dia bahwa logistik lebih menjamin kemenangan ketimbang elektabilitas, kalau demokrat elektabilitas menentukan kemenangan, logistik hanya alat," tukasnya.

Loading...
Loading...