Sabtu, 11 Agustus 2018 16:16 WITA

Masjid Berusia 300 Tahun Tetap Kokoh Meski Gempa Guncang Lombok

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Masjid Berusia 300 Tahun Tetap Kokoh Meski Gempa Guncang Lombok
Masjid Bayan Lombok.

RAKYATKU.COM - Beberapa kali Lombok di guncang gempa, bahkan sampai berkekuatan 7,0 SR, Minggu (5/8/2018). Terjadinya gempa membuat banyak korban luka dan jiwa. 

Bahkan gempa juga berdampak pada rusaknya bangunan. Namun ada sebuah bangunan yang masih berdiri kokoh meski telah diguncang berkali-kali. Bangunan tersebut Masjid Kuno Bayan Beleq yang berada di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Masjid yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota NTB ini sama sekali tidak mengalami kerusakan yang berarti. Hanya pagar yang terlihat berserakan karena gempa yang berlangsung terus-menerus.

Diperkirakan masjid kuno tersebut telah berumur 300 tahun. Masjid Kuno Bayan Beleq ini telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Masjid tersebut berada di atas gundukan sebuah bukit kecil.

Meski telah lama berdiri namun bangunannya masih awet sampai sekarang. Padahal masjid ini kerangka atapnya hanya menggunakan bambu. Kemudian atap tersebut ditutup dengan injuk dengan dinding berpondasi batu.

Tak hanya masjid saja yang masih berdiri kokoh, namun juga rumah sekitar masjid. Padahal di kampung tersebut masih menggunakan rumah-rumah adat yang terbuat dari bambu dan beratapkan ilalang. Pondasi rumah di Kampung Adat bayan ini terdiri dari tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo).

"Alhamdulillah tidak ada yang rusak," kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat.

Kerusakan hanya pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja. "Ini pagar tembok sedang dibersihkan," bebernya dilansir laman Merdeka.

Diketahui jika kecamatan Bayan ini adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Lombok. Dari Bayan inilah Islam mulai diperkenalkan. Dan masjid Bayan Beleq ini menjadi masjid yang pertama kali ini dibangun di Lombok.

Maka tidak salah jika masjid ini begitu dihormati oleh pemeluk agama Isla, terlebih lagi pemeluk Agama Islam Welu Telu. Masjid ini juga sebagai ikon wisata dan diabadikan dalam lambang daerah kabupaten Lombok Utara.