Sabtu, 11 Agustus 2018 15:53 WITA

Roem Harus Mundur, Nurdin Halid: Tidak Terlalu Penting Bagi Saya

Editor: Mulyadi Abdillah
Roem Harus Mundur, Nurdin Halid: Tidak Terlalu Penting Bagi Saya
Nurdin Halid

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid mengaku tak terlalu ambil pusing jika pada akhirnya Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Moh. Roem harus mundur dari jabatannya karena maju sebagai bakal calon anggota DPD RI Dapil Sulsel.

"Apakah nanti harus mundur sesuai aturan (aturan Mahkamah Konstitusi), kita harus lihat juga kondisinya. Jadi, sangat tergantung kondisi nantinya. Pileg kan tinggal 8 bulan. Dan sesudah Pileg kita akan Musda. Jadi apakah jabatan Ketua Harian itu diisi atau tidak dalam tempo sisa waktu delapan bulan tersebut, itu tidak terlalu penting bagi saya," tuturnya saat ditemui di Hotel Singgasana, Jalan Botolempangan Makassar, Sabtu (11/8/2018).

Mantan calon gubernur Sulsel itu npunya alasan tersendiri mengapa jabatan Ketua Harian tersebut tak perlu diisi. Menurutnya, Golkar Sulsel telah menyiapkan konsep pemenangan sendiri untuk Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

"Kenapa tidak terlalu penting? Karena untuk memenangkan Pileg dan Pilpres, kita sudah punya konsep yang telah disiapkan oleh Bidang Kajian Stategis. Besok (Minggu, 12/8/2018), akan kita sosialisasikan kepada seluruh caleg. Sudah ada tim pengendali pemenangan partai yang telah kita bentuk dan besok akan kita umumkan," jelasnya.

Sejauh ini, menurut mantan ketua PSSI itu, dirinya tetap memastikan bahwa Roem akan tetap maju bertarung di DPD RI. Hanya saja, mantan Bupati Sinjai tersebut belum mengundurkan diri sebagai pengurus Golkar Sulsel karena keputusan MK yang melarang calon anggota DPD RI menjadi pengurus partai tersebut belum dieksekusi oleh KPU.

"Insyaallah Pak Roem pasti tetap maju sebagai calon anggota DPD RI. Soal mundur atau tidak di partai, itu tergantung tindak lanjut putusan MK karena sampai hari ini belum ada PKPU yang menindaklanjuti daripada keputusan MK tersebut. Keputusan MK tidak bisa berlaku otomatis tanpa dieksekusi oleh KPU. Dan KPU harus mengeksekusi dengan tindak lanjut berupa PKPU". 

"PKPU yang kita pegang sekarang adalah PKPU yang belum mensyaratkan calon anggota DPD RI untuk mundur sebagai pengurus partai. Namun demikian, keputusan MK itu tetap kita hormati tetapi kita menunggu KPU," rincinya.

Namun, jika sudah ada eksekusi dari KPU terkait keputusan MK tersebut, Nurdin Halid meyakini Ketua DPRD Sulsel tersebut akan menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Harian Golkar Sulsel.

"Kalau PKPU-nya sudah ada barulah secara formal Pak Roem otomatis mundur karena itu aturan. Tapi bukan (mundur) sebagai kader Golkar ini hanya mundur sebagai pengurus partai," pungkas Nurdin Halid.