Sabtu, 11 Agustus 2018 15:41 WITA

PAN Sebut Jokowi Kena Jebakan Batman, Begini Reaksi Golkar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
PAN Sebut Jokowi Kena Jebakan Batman, Begini Reaksi Golkar

RAKYATKU.COM - Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily angkat bicara terkait pernyataan Wasekjen PAN Erwin Izharrudin, yang menilai Joko Widodo (Jokowi) terkena 'jebakan batman' dalam memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya.

Menurut Ace, tidak ada istilah 'jebakan batman' dalam keputusan Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Justru, kata Ace, yang terjadi adalah PAN tidak mendapatkan apa-apa dari keputusan Prabowo Subianto yang memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

"Saya kira tidak ada itu istilah 'jebakan batman'. Yang terjadi malah justru, kita mohon maaf ya, PAN malah tidak dapat apa-apa dari proses yang dilakukan negosiasi selama ini," kata Ace, Sabtu (11/8/2018).

Ace menilai PAN selama ini terkesan selalu menyampaikan isu agama dalam proses pemilihan capres dan cawapres. Namun yang terjadi adalah Prabowo Subianto, sebagai capres yang diusung PAN, justru tidak memilih cawapres dari kalangan agamawan. 

"Saya kira penilaian itu boleh saja. PAN selama ini selalu menyampaikan isu agama dan lain-lain, tapi ternyata malah Pak Jokowi yang mengakomodasi kelompok agamawan dalam kepemimpinan nasional," bebernya dilansir laman Detikcom.

Ace pun menilai sebaliknya, justru yang terkena jebakan adalah PAN. Dari awal partai ini sering membahas soal agama. Namun, ketika Jokowi memilih sosok agamawan, malah dinilai sebagai sebuah jebakan. 

"Jadi jangan menjilat ludah sendiri, yang selama ini selalu bincang soal isu yang bertendesi agama, eh sekarang kok menjadi merasa bahwa bicara agama saja dianggap saja sebagai jebakan batman," bebernya.

Untuk itu, kata Ace, sebaiknya sudahi saja pembahasan soal sosok cawapres yang dipilih masing-masing pasangan. Ke depan, sebaiknya para pendukung capres dan cawapres lebih baik berdebat soal program dan konsep yang ditawarkan untuk Indonesia ke depan.

"Karena itu, menurut saya, kita tidak usah lagi berdebat tentang apa yang sudah ditetapkan KPU saat pendaftaran capres-cawapres, tapi mari kita sekarang berdebat tentang konsep dan program apa yang sama-sama kita perjuangkan dalam kepemimpinan politik ke depan," tukasnya.