Sabtu, 11 Agustus 2018 14:38 WITA

Dicekoki Film Porno, Gadis SMP Nurut Diajak Begituan, Rekamannya Sampai ke Guru

Editor: Aswad Syam
Dicekoki Film Porno, Gadis SMP Nurut Diajak Begituan, Rekamannya Sampai ke Guru
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, BANDUNG - Farid memang bejat. Dengan modus mengirimi film porno, dia berhasil mengambil keperawanan gadis SMP berusia 13 tahun. Kini dia kena batunya, polisi menciduknya.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/8/2018), Farid berkenalan dengan korban berinisial GSP melalui media sosial Facebook pada Februari 2018 lalu.

Keduanya kemudian intens bertukar pesan lewat WhatsApp. Di sela-sela komunikasi chat itu, Faris kerap mengirim gambar porno dan video khusus dewasa ke ponsel korban yang masih di bawah umur itu.

Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Agung, Farid sengaja mengirimi gambar dan video khusus dewasa kepada korban supaya mau diajak berhubungan intim dengannya.

Bujuk rayu Farid berhasil. Korban kemudian bersedia ketemuan dan dibawa ke rumah Farid di kawasan Sukasari. Di rumah inilah, Farid merudakpaksa korban.

Tak hanya menggauli korban, Farid juga merekam aksinya dengan ponsel. 

April 2018, Farid kembali menghubungi korban. Farid mengancam akan menyebarkan video hubungan intim mereka, jika keduanya tak bertemu lagi.

Korban dengan terpaksa menuruti keinginan Farid, dan melakukan hubungan intim untuk kedua kalinya di rumah tersangka.

Mei 2018, video mesum Farid dan korbannya tersebar di dunia maya. Bahkan guru sekolah korban menemukan video muridnya itu dari salah satu siswa didik lainnya.

"Guru itu kemudian melaporkannya kepada orang tua korban, saat dicek betul, mereka langsung lapor polisi," kata Agung.

Berbekal video dan laporan keluarga korban, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga kemudian berhasil membekuk Farid.

Polisi mengamankan barang bukti berupa dua rekaman video, dua buah ponsel, dan akun email milik korban dan tersangka, sepeda motor, akta kelahiran, dan fotokopi kartu keluarga, kaus dan celana panjang, celana dalam, bra dan kerudung warna pink.

Semua barang bukti tersebut untuk kebutuhan penyelidikan.

Polisi juga berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat.

Farid dijerat pasal berlapis yakni Pasal 28 dan Pasal 82 Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling singkat lima tahun penjara, serta Pasal 27 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana di atas 6 tahun.

Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata Farid juga berprofesi sebagai gigolo. Farid mengaku dirinya kerap menjajakan jasanya kepada pelanggannya melalui internet.

Bahkan Farid memiliki akun khusus di media sosial yang mempromosikan dirinya.

"Sudah 35 wanita (konsumennya), sebagian besar di atas 30 tahun, TG (tante girang). Tarifnya variatif, dari Rp100.000 sampai Rp 10 juta," aku Farid di Mapolda Jabar.