Sabtu, 11 Agustus 2018 13:22 WITA

Teroris Bone Jaringan Santoso, Tanam 15 Kg Bahan Peledak Siap Pakai di Kebun

Editor: Aswad Syam
Teroris Bone Jaringan Santoso, Tanam 15 Kg Bahan Peledak Siap Pakai di Kebun
Kombes Pol Dicky Sondani

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Empat teroris yang ditangkap di Kabupaten Bone dan Luwu Timur (Lutim) ternyata berasal dari jaringan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. 

Informasi tersebut seperti disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (11/8/2018).  Menurut Dicky, para tersangka terlibat untuk menyuplai senjata.

"Mereka adalah jaringan Santoso, Daeng Koro, mereka juga ikut menyuplai, mengamankan, memberikan perlindungan, menyiapkan bahan peledak," ungkap Dicky. 

Dicky menambahkan, keempat terduga teroris itu berinisial B (28) dan M (30) yang berhasil ditangkap di Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Selanjutnya dua terduga teroris lainnya yang juga berhasil diamankan adalah R (40) dan I (28) ditangkap di Desa Mulysari, Kecamatan Tomoni, Lutim. 

"Setelah Santoso tewas, mereka menyebar untuk menyelamatkan diri. Tersangka I dan R diamankan di Lutim, sementara tersangka B dan M ditangkap di Bone," tambahnya.

Tak hanya menangkap para teroris, turut diamankan juga barang bukti bahan peledak yang telah dirakit. Bahkan menurut keterangan Dicky, barang peledak seberat 15 Kg telah siap untuk diledakkan.

"Bahan peledak seberat 15 Kg sudah dicampur, tinggal dikasi detonator selesai. Bahan peledak tersebut disembunyikan dengan cara ditanam di dalam tanah salah satu kebun di Kecamatan Amali, Desa Liliriantang," tambahnya.

Dicky juga mengatakan, diduga para pelaku merencanakan melakukan aksinya dalam waktu dekat. Beruntung berhasil diamankan aparat. Keenam pelaku diketahui sangat intens berkomunikasi saat pimpinan mereka, Santoso masih hidup.

"Jika Santoso komandannya, kira-kira mereka ini di level kedua. Mereka sangat intens berkomunikasi saat Santoso masih hidup. Mereka banyak ikut terlibat dalam aksi yang terjadi di Poso," tambahnya.

Pasca diamankan di dua tempat yang berbeda, keempat pelaku hari ini akan diterbangkan ke Jakarta.