Sabtu, 11 Agustus 2018 10:00 WITA

Demokrat Ikut Usung Prabowo-Sandi, Andi Arief Masih Ngomong Kardus

Editor: Abu Asyraf
Demokrat Ikut Usung Prabowo-Sandi, Andi Arief Masih Ngomong Kardus
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

RAKYATKU.COM - Partai Demokrat resmi menjadi parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama Gerindra, PAN, dan PKS. Meski demikian, beberapa elite tampaknya belum ikhlas atas gagalnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief termasuk salah satu yang meragukan Prabowo-Sandi bakal mengalahkan Jokowi. Dia menyebut Prabowo dan parpol mengusungnya tidak menguasai tiga Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Berikut cuitan lengkap Andi Arief di akun Twitter, pagi ini, Sabtu (11/8/2018):


Pilpres dan pemilu di Indonesia riwayat kemenangan itu ada di tiga Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Meski Partai Demokrat mengusung Prabowo-Sandi, jujur saja potensi menang di Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat berat.

Perlu kerja keras Prabowo-Sandi untuk memenangkan pertarungan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Apa boleh buat karena Prabowo lebih mementingkan cawapres berbasis logistik ketimbang data saintific survey.

Prabowo saat ini elektabilitas di Jawa Tengah hanya 14 persen dan di Jawa Timur hanya 24 persen. Sementara Gerindra saat ini elektabilitas di Jateng hanya tujuh persen di Jatim sembilan persen. Entah logika logika logistik dalam benak Prabowo apakah bisa membuatnya menang di dua Jawa ini. Entahlah.

Prabowo bukan ahli strategi perang Pilpres. Ia gagal dalam dua kali peperangannya karena abai membaca dua pertempuran di Jateng dan Jatim. Kita buktikan nanti apakah strategi kardus Sandi Uno bisa ubah pertempuran di Jatim dan Jateng atau tidak. Kami tetap dukung, meski berat.

loading...

PAN bukan faktor di Jatim dan Jateng, PKS juga lemah di dua Jawa itu. Dua partai ini hanya akan mementingkan hidup mati keluar dari zona partai stabilo, meski PKS dapat jatah wagub DKI. Pertanyaan dari Demokrat: Mengapa Prabowo abaikan ini semua.

Memang nanti Prabowo akan berargumen bahwa waktu masih delapan bulan lagi. Tetapi bukankah Jokowi juga akan bekerja juga dalam waktu yang sama dalam dua bulan itu. Kardus cuma alat yang tidak dapat mengubah semua keadaan.

Prabowo-Sandi mudah-mudahan bisa keluar dari ilusi bahwa Pilpres 2019 adalah ulangan Pilkada Jakarta dimana sentimen agama akan membuat kemenangan. Cliffort Geertz sudah menulis lama bahwa fenomena agama di Jawa Timur dan Jawa Tengah punya karakteristik sendiri.

Saya skeptical dengan Prabowo-Sandi sebagai pasangan tepat yang dinanti tagar #2019GantiPresiden. Namun kami akan tetap komit ikut memperjuangkannya.


 

Loading...
Loading...