Jumat, 10 Agustus 2018 17:18 WITA

Pedagang Cengkih di Bulukumba Minta Pemerintah Tetapkan Standar Harga

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pedagang Cengkih di Bulukumba Minta Pemerintah Tetapkan Standar Harga

 

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Harga cengkih yang tak kunjung naik sejak tiga tahun terakhir membuat petani di Bulukumba kian khawatir akan merugi. Mereka mengaku, pengeluaran untuk perawatan cengkih selama semusim tak sebanding lurus dengan harga yang berada di pasaran saat ini.

Sejak tahun 2016, harga semakin turun. Dari Rp32 ribu per kilo, kini di tahun 2018 hanya Rp27 ribu perkilo. Pada tahun 2017, hanya Rp30 ribu per kilo. Ini untuk cengkih basah.

"Tidak sebanding dengan perawatannya. Selama satu tahu dirawat butuh biaya dan tenaga banyak," Ujar Haris, petani asal Ballasaraja, Bulukumpa.

Tak hanya petani. Efek turunnya harga sangat terasa di kalangan pedagang cengkih di Bulukumba. Seperti yang disampaikan Haji Utta, harga cengkih saat ini tidak ada ketetapan harga, sehingga pihaknya mengaku bimbang membeli.

"Kami di kalangan pedagang tidak tahu berapa harga yang kami belikan. Kerena tidak adanya ketetapan harga dari pemerintah, yang hingga saat ini tidak pernah turun melihat kondisini ini. Harga Rp27 ribu itu hanya ditetapkan oleh pedagang besar di Ibukota seperti di Makassar," katanya saat ditemui digudangnya, Jumat (10/8/2018).

Tak hanya Haji Utta, pedagang lainnya Erni mengaku sama. Pedagang dilema menentukan harga beli karena tidak ada kejelasan harga yang disepakati.

"Kami berharap, pemerintah utamanya dipusat, menetapkan setiap tahun dan mengumumkan, harga cengkeh disetiap wilayah segini," biar kami pedagang bisa tahu kapan kami bisa beli dan kapan kami bisa jual," Jelasnya

Saat ini, harga cengkih basah Rp27 Ribu perkilo, sedangkan cengkih kering Rp72 ribu perkilo. Cengkih di Buuumba sendiri didomimnasi di 4 kecamatan, yaitu Gantarang, Kindang, Rilau Ale, Bulukumpa. Dan sedikit di wilayah Kecamatan Kajang.
 

Tags