Sabtu, 11 Agustus 2018 02:00 WITA

Konflik Israel-Hamas Meningkat, Ibu Hamil dan Anaknya Jadi Korban

Editor: Andi Chaerul Fadli
Konflik Israel-Hamas Meningkat, Ibu Hamil dan Anaknya Jadi Korban

RAKYATKU.COM - Serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang ibu hamil dan anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan, setelah militer Israel dan Hamas melakukan tembakan semalam dan memasuki Kamis sore, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan.

Sirene darurat terdengar di kota Beersheba, Israel, sekitar 25 mil dari Gaza Kamis sore, setelah beberapa jam tenang. Jet Israel menghantam Gaza, sekali lagi, meratakan apa yang disebut Palestina sebagai pusat budaya di kamp pengungsi al-Shati, di barat Kota Gaza, dikutip dari Gaza, Jumat (10/8/2018).

Dalam sebuah tweet, militer Israel mengatakan Hamas, kelompok militan Palestina yang mengontrol Gaza, telah "menggunakan gedung itu untuk tujuan militer."

Kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis malam bahwa mereka telah mengarahkan militer Israel "untuk terus mengambil tindakan keras" terhadap militan di Gaza.

Eskalasi konflik dalam 24 jam terakhir terjadi ketika Mesir mencoba untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Tetapi pada Kamis malam, tidak ada gencatan senjata yang tercapai. 

Mesir mengatakan mereka tetap menekan kedua pihak sementara PBB meminta tenang.

Militer Israel mengatakan sedikitnya tujuh orang terluka di Israel di kota-kota perbatasan, termasuk dua pekerja Thailand, setelah setidaknya 180 roket diluncurkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Militer mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome mencegat setidaknya 30 roket dan mayoritas mendarat di daerah terbuka. Militer mengatakan mereka menargetkan lebih dari 150 target militan Hamas di Jalur Gaza.

"Di antara situs yang ditargetkan adalah manufaktur senjata dan fasilitas penyimpanan, kompleks yang digunakan untuk kekuatan angkatan laut Hamas dan senyawa militer yang digunakan untuk percobaan peluncuran roket," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Tags