Rabu, 08 Agustus 2018 14:00 WITA

Maju Caleg? Segini Duit yang Dibutuhkan

Penulis: Fathul Khair
Editor: Aswad Syam
Maju Caleg? Segini Duit yang Dibutuhkan
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mengincar kursi legislatif, bukan hanya tidak mudah, tapi juga tidak murah.

Modal untuk maju sebagai calon anggota legislatif tidak sedikit.  Caleg harus merogoh kocek sedalam-dalamnya.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menyebut, pengeluaran seorang caleg mulai dari tahapan hingga pencoblosan, akan menelan banyak biaya.

"Meskipun agak sulit untuk memprediksi nilainya. Karena semua tergantung pergerakan tim dan kelengkapan struktur tim," kata Nurmal kepada Rakyatku.com, Rabu (8/8/2018).

Namun Nurmal menceritakan, jika si caleg menyasar struktur tim hingga TPS, maka indeks menghitungnya adalah TPS. 

"Contohnya, jika ada 500 TPS di dapil itu, maka misalnya dikali Rp1 juta per TPS, sama dengan Rp500 juta," tambah Nurmal.

Tapi nilai itu relatif. Dana kampanye disebut Nurmal relatif, tergantung dari kebutuhan tim setiap caleg. Mulai dari honor tim pusat, dan struktur tim dari koordinator kabupaten hingga koordinator TPS.

"Setiap caleg wajib menyediakan anggaran untuk menjalankan tim. Ini cost politics," sebut mantan Ketua KPU Kota Makassar ini.

Kata dia, biaya yang keluar mulai dari hal-hal yang besar, sampai yang remeh-temeh. Selain membiayai tim, pengeluaran terbesar juga dikeluarkan untuk ongkos sosialisasi dari rumah ke rumah dan pertemuan tatap muka. 

Loading...

Selain itu, ada akomodasi ke daerah pemilihan. Ada juga biaya kampanye logistik atau atribut. Seperti kaus, spanduk, kalender, umbul-umbul, baliho, dan iklan di media massa.

"Selain itu pengeluaran besar juga pada pencetakan alat peraga kampanye dan pendistribusiannya. Selain itu ada biaya saksi, baik dalam maupun tim luar TPS," jelasnya.

Biaya saksi di setiap TPS untuk setiap caleg DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, juga berbeda kata dia.

Namun lanjut Nurmal, banyaknya anggaran yang dikeluarkan caleg, bukan menjadi satu-satunya jaminan akan duduk di legislatif.

"Kadangkala ada caleg yang punya banyak dana, tapi tak punya manajemen kampanye yang bagus dan perhitungan timing yang baik. Maka dia bisa tak maksimal dalam perolehan suara," jelasnya.

Misalnya, upaya memaksimalkan memperoleh dukungan masyarakat, caleg mesti tahu waktu yang tepat untuk mengeluarkan ongkos tambahan. Misalnya, ketika jelang pencoblosan kurang dari 10 hari, seminggu, hingga H-3 pencoblosan.

"Begitu sebaliknya, ada caleg yang punya dana terbatas, tapi mampu memaksimalkan raihan suaranya karena manajemen kampanye yang baik. Makanya juga tergantung pengelolaan dana yang baik dan manajemen kampanye yang bagus, itu akan sangat berpengaruh," pungkas Nurmal.

Loading...
Loading...