Jumat, 03 Agustus 2018 15:25 WITA

Produksi Menurun Jadi Penyebab Harga Telur Melonjak 

Penulis: Azwar Basir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Produksi Menurun Jadi Penyebab Harga Telur Melonjak 
Abdul Aziz (Ist).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Aziz mengakui bahwa saat ini harga daging ayam dan harga telur ayam melonjak naik menjelang hari raya Idul Adha. 

"Harga telur dan harga daging ayam akhir-akhir ini sedikit agak mengalami lonjakan. Untuk telur tadinya hanya Rp 42.000 per rak sekarang Rp45 sampai Rp50 ribu per rak. Ini disebabkan karena produksi telur ayam agak menurun," ujar Abdul Aziz, Jumat (3/8/2018).

Menurut Abdul Aziz, penyebab produksi telur ayam menurun karena saat bulan puasa atau hari raya Idul Fitri kemarin ayam yang baru akan bertelur tetap di jual dagingnya.

"Ini disebabkan karena pada saat bulan puasa kemarin tidak sedikit ayam petelur dijual dagingnya. Yang tadinya masih berproduksi telur tetapi karena harga daging ayam jauh lebih bagus, makanya cenderung peternak menjual ternaknya dalam bentuk hidup dan mengabaikan telurnya," bebernya.

Loading...

"Efeknya baru sekarang ini, sebulan terakhir ini produksi kita agak menurun sekitar 10 persen. Inilah salah satu penyebab harga telur sedikit mengalami kelonjakan," sambungnya. 

Selain itu, Abdul Aziz berdalih bahwa aturan dari pusat yang tidak lagi membenarkan atau melarang masyarakat peternak ayam untuk menggunakan zat-zat adiktif pada ternak ayam broiler. 

"Jadi sekarang itu kalau orang ternak ayam, yang seharusnya dipelihara 35 hari dengan timbangan 1,2 kg daging, sekarang malah mencapai 45 hari untuk mencapai itu. Penyebabnya itu kita tidak diperbolehkan lagi menggunakan zat adiktif atau AGP atau zat pertumbuhan," tutupnya.

Loading...
Loading...