Rabu, 01 Agustus 2018 10:36 WITA

Tak Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Gubernur Terpilih, Ternyata Ini Kegiatan NA di Jakarta

Editor: Nur Hidayat Said
Tak Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Gubernur Terpilih, Ternyata Ini Kegiatan NA di Jakarta

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah (NA), tidak menghadiri rapat paripurna istimewa dengan agenda pengumuman hasil penetapan KPU Sulsel terkait pasangan calon terpilih gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2018, di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (31/7/2018). 

Ia diwakili oleh wakil gubernur Sulsel terpilih, Andi Sudirman Sulaiman. NA saat itu sedang berada di Jakarta.

Rupanya NA yang masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng hingga 15 Agustus 2018 ini mengikuti pertemuan dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah bupati lainnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Adapun bupati yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Musi Banyuasin Dody Reza, Bupati Jepara Marzuki, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, dan Bupati Sorong Johny Kamuru.

Dalam rilis setkab.go.id, Presiden Jokowi mengatakan pertemuan tersebut diselenggarakan agar para bupati juga mengetahui masalah-masalah yang ada di negara ini, sehingga langkah-langkah yang dimulai dari kabupaten, kemudian naik ke provinsi, kemudian naik ke pusat betul-betul bisa diselesaikan bersama-sama.

Jokowi memberi contoh mengenai masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, di mana ekonomi dunia global belum bisa tumbuh pada posisi normal kembali. Untuk itu, Presiden berharap semuanya hati-hati dalam mengelola ekonomi di daerah masing-masing.

Tak Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Gubernur Terpilih, Ternyata Ini Kegiatan NA di Jakarta

"Karena ekonomi di kabupaten kalau sudah terkumpul semuanya dengan kabupaten dan kota, ke provinsi kemudian naik ke nasional itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional kita yang alhamdulillah walaupun masih ada tekanan-tekanan yang sangat berat dari ekonomi global, masih bisa tumbuh di atas 5 lebih sedikit," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, tekanan dari adanya kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) juga terus menekan rupiah. Kemudian perang dagang antara Tiongkok dan AS. Semuanya harus tahu, menurut Jokowi, karena ini juga menekan ekspor, juga menekan neraca perdagangan Indonesia.

"Sehingga ini memerlukan kerja keras kita bersama, agar pertumbuhan ekonomi di daerah tidak terganggu, dan dalam lingkup negara pertumbuhan ekonomi nasional kita juga tidak terganggu," tutur Jokowi.

Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya mengendalikan inflasi, karena pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi dengan inflasi yang rendah, yang baik juga akan percuma.

"Saya mengucapkan terima kasih bahwa seluruh kepala daerah, utamanya Bupati sudah tahu betapa pentingnya yang namanya menekan inflasi, mengendalikan inflasi, pasokan distribusi barang yang terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan sembako itu betul-betul bisa kita perhatikan," katanya.