Rabu, 01 Agustus 2018 10:14 WITA

"Ternyata Dia Polisi", Teroris Ditangkap Sahabat Dekatnya Saat Gym

Editor: Aswad Syam
Agim Kruezi (kanan) sedang dibawa petugas setelah ditangkap. Sumber: ABC TV News.

RAKYATKU.COM, BRISBANE  -- Agim Kruezi ditangkap karena merencanakan serangan teror di Australia. Sebelum tertangkap, dia janjian pergi ke gym dengan salah satu sahabat dekatnya.

Namun, sahabat dekat tersebut ternyata seorang perwira polisi yang menyamar. Sudah berbulan-bulan lamanya dia mengumpulkan bukti-bukti terhadap Muslim radikal berusia 25 tahun ini.

Dilansir dari detik yang mengutip dari ABC, petugas Kepolisian Australia (AFP) dengan sandi UCO317656 itu bertemu Kruezi di iQraa Islamic centre di Brisbane pada Juni 2014.

Tempat tersebut pun segera disadap.

Kruezi sendiri masuk dalam radar satuan anti-terorisme sejak berupaya meninggalkan Australia, untuk bergabung dengan pasukan pemberontak di Suriah.

Dia mengaku bersalah mempersiapkan serangan teroris di Australia, dan hari Selasa (31/7/2018) dijatuhi hukuman penjara 17 tahun.

UCO317656 berperan penting menggagalkan serangan tersebut.

Dia begitu ulet menempuh segala cara demi mendapatkan kepercayaan dari Kruezi dan teman-temannya. Dia bahkan diislamkan oleh Kruezi.

Selama beberapa bulan, Kruezi pun menceritakan pandangan-pandangannya yang radikal. Termasuk mendorong "sahabatnya" itu ke Suriah untuk membela ISIS.

"Apa alasanmu di akhirat ketika Allah menyampaikan kamu sudah tahu, kamu harus berperang?" ujarnya kepada petugas yang menyamar ini.

"Allah sudah banyak menyampaikan mengenai hal itu. Apakah kamu akan menjadi pengecut dan melarikan diri?" tambahnya.

Polisi, sementara itu, menyadap percakapan telepon dan memantau pesan-pesan Kruezi.

Isinya, mulai dari pembicaraan soal penyembelihan sebagai cara paling manusiawi membunuh seseorang, hingga keyakinannya atas ganjaran surga bagi yang mati syahid.

Pada suatu hari di bulan Juli 2014, Kruezi diketahui membeli sebilah parang, yang katanya dia perlukan untuk berburu.

Besoknya, dia mencoba menjual senjata ke UCO317656 karena mengaku membutuhkan sesuatu yang tak bisa diungkapkan.

Dalam persidangan di Brisbane pekan ini terungkap bahwa sebulan setelah itu, pemuda itu ke Sydney membeli senapan seharga AUSD2.000. Dia juga diketahui berbicara dengan Muslim radikal lainnya untuk "melakukan sesuatu terhadap Gedung Parlemen di Canberra ".

Terungkap bahwa hubungan UCO317656 dan Kruezi begitu dekatnya. Saat berada di Sydney, misalnya, Kruezi menelepon dan mengatakan selain keluarga, dialah orang pertama yang harus ditelepon bila sahabatnya itu kembali ke Brisbane.

Dalam percakapan lainnya, Kruezi memberitahu petugas AFP ini bahwa serangan terhadap warga Australia oleh Muslim radikal "tidak bisa dielakkan dan pasti akan terjadi".

Dalam beberapa pekan berikutnya, polisi mencatat pria itu membeli 10 liter bensin, dan sibuk mencari botol dan gabus di berbagai toko di Brisbane.

Disebutkan bahwa Kruezi berencana membuat alat peledak, terutama bom molotov, untuk melukai atau membunuh warga Australia.

Polisi kemudian menggerebek iQraa Islamic centre pada 10 September 2014 dan menangkap Kruezi atas tuduhan terorisme.

Terpidana tidak akan mendapatkan pembebasan bersyarat hingga tahun 2031. Bahkan setelah itu, pihak Jaksa Agung dapat menahannya lebih lama lagi.

Kruezi tidak pernah mengatakan di mana atau kapan dia berencana melakukan serangan.

Namun hakim Roslyn Atkinson percaya terpidana "sedang merencanakan serangan menggunakan peralatan yang telah didapatkannya".

Mendagri Peter Dutton memuji penyelidikan polisi, termasuk penyadapan telepon, perangkat pendengar dan hubungan personal.

"Saya mengucapkan selamat kepada polisi dan badan keamanan atas upaya mereka ini," kata Menteri Dutton.

Intervensi aparat yang tepat waktu, katanya, berhasil mencegah potensi serangan teroris.

Menteri Dutton menambahkan bukti-bukti yang ada menunjukkan, Kruezi sudah hampir melakukan serangan teroris di suatu tempat di Queensland.

Pengadilan menyebutkan, terpidana Kruezi tidak menunjukkan rasa penyesalan dan tetap menjadi ancaman bagi masyarakat.