Selasa, 31 Juli 2018 18:18 WITA

Dianiaya di Bawah Pohon Mangga, Ini Kronologi Mantan Kepsek SMAN 1 Makassar Meninggal Dunia

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Dianiaya di Bawah Pohon Mangga, Ini Kronologi Mantan Kepsek SMAN 1 Makassar Meninggal Dunia
Suasana rumah duka di Jalan Abdullah Dg Sirua, Kelurahan Tello, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar, Sakaruddin menghembuskan nafas terakhir usai mendapat perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo, pada Selasa (31/7/2018). 

Dirut RS Wahidin Sudirohusodo Dr Khalid Saleh mengatakan, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15:00 Wita. 

"Memang betul sudah meninggal jam 15.00," ungkap Khalid saat dikonfirmasi.

Sementara itu, menurut salah satu warga yang ditemui di rumah duka almarhum, Dg Lewa, jenazah Sakaruddin diantar oleh mobil ambulans RS Wahidin. 

Dg Lewa mengatakan, almarhum adalah sosok yang baik dalam hubungan sosial. Bahkan almarhum disebut selalu salat berjamaah di masjid bersama warga di tempat tinggalnya.

"Kalau di sini beliau dikenal baik, ramah dalam bergaul bahkan selalu sama-sama salat berjamaah," ungkap Dg Lewa.

Loading...

Sakaruddin sebelumnya dilarikan ke RS Wahidin setelah dianiaya oleh Abdul Nasir (PNS) yang merupakan ipar dari korban sendiri. Penganiayaan terjadi Sabtu 28 Juli 2018, sekitar jam 08:15 wita di Jalan Abdullah Dg. Sirua Lr. Tanggul Keluar Tello, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. 

Tak hanya almarhum yang menjadi korban penganiayaan pelaku, dua anak korban yakni Muh Ilham dan Muh Rizky juga dianiaya oleh pelaku.

"Kami tidak tahu persis apa masalahnya karena selama ini korban dikenal baik, korban dipukul pakai besi. Korban dipukul di situ di bawah pohon mangga, di depan rumahnya saat sementara menyapu," tambahnya.

Atas penganiayaan tersebut, korban langsung dibawa ke RS Wahidin untuk menjalani perawatan. Korban mengalami luka di kepala, gigi rontok, dan kedua kaki terluka. Kedua  korban pun mengalami luka.

"Setelah kejadian waktu hari Sabtu langsung memang dibawa ke rumah sakit. Bagaimana tidak luka-luka na dipukul pakai besi," pungkasnya. 

Loading...
Loading...