Selasa, 31 Juli 2018 16:50 WITA

Kasus KM Lestari Terus Berlanjut, Polda Minta Keterangan Saksi Ahli

Penulis: Syukur
Editor: Nur Hidayat Said
Kasus KM Lestari Terus Berlanjut, Polda Minta Keterangan Saksi Ahli
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus pelayaran maut kapal KM Lestari Maju, masih terus bergulir di tangan tim penyidik Polda Sulsel. 

Tragedi pelayaran dari Kabupaten Bulukumba ke kepulauan Selayar yang menelan korban jiwa sebanyak 36 orang dan 1 orang dinyatakan belum berhasil ditemukan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan penyelidikan kasus tersebut masih terus berlanjut. Tim penyidik pun masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

"Pemeriksaan masih berlanjut, penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi ahli," ungkap Dicky, Selasa (31/7/2018).

Pencarian korban tragedi kapal maut tersebut dihentikan Senin (19/7/2018). Pasca kejadian tersebut Dit Reskrimsus Polda Sulsel bekerja sama dengan Polres Selayar dan Polres Bulukumba melakukan pemeriksaan. 

Dalam kasus ini penyidik poda Sulsel secara resmi menetapkan Hendra Yuwono Njo, Pemilik kapal maut KMP Lestari Maju, sebagai tersangka. Selain itu dua orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka atas nama Kwat Marianto (KM) selaku perwira Posko pelabuhan Bira yang menerbitkan SPB dan Agus Susanto (AS) selaku nakhoda KMP Lestari Maju. Para tersangka langsung ditahan oleh penyidik setelah resmi ditersangkakan.

Pasca penetapan ketiga tersangka, tim penyidik masih terus mendalami tragedi maut tersebut. Dalam kasus ini nama Bupati Selayar, Basli Ali, sempat menjadi perbincangan lantaran memberi ruang operasi kepada KM Lestari Maju yang dianggap sudah tidak layak pakai. Namun hingga kini Bupati selayar belum dipanggil oleh Polda.

"Sementara ini (Bupati Selayar) kami belum melakukan panggilan," tuturnya.

Dalam kasus ini tersangka Kwat Marianto dijerat dengan persangkaan pasal 303 subs pasal 117 UU RI nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran junto pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun. Sedangkan tersangka Agus Susanto dijerat dengan persangkaan pasal 302 sub pasal 122 UU RI nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran junto oasal 359 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun.

Sementara Hendra Yuwono Njo, Pemilik kapal maut KMP Lestari Maju iduga melakukan kelalaian yang mengakibatkan orang lai meninggal dan atau mempekerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi sebagaimana dimaksud dlm pasal 359 KUHPidana jo Pasal 310 subsider pasal 135 UU RI No 17 Tahun 2008.

Dalam kasus karamnya KMP Lestari Maju telah merenggut nyawa 36 penumpang, sementara 166 lainnya dinyatakan selamat dan 1 penumpang balita, Aditya dinyatakan hilang hingga posko evakuasi korban jiwa, resmi ditutup.