Sabtu, 28 Juli 2018 15:27 WITA

Pria ini Palsukan Kematiannya di Facebook untuk Minta Sumbangan, Ibunya Rugi Rp25 Juta

Editor: Suriawati
Pria ini Palsukan Kematiannya di Facebook untuk Minta Sumbangan, Ibunya Rugi Rp25 Juta
Tachawit J.

RAKYATKU.COM - Facebook telah digunakan sebagai media untuk menyebarkan berita baik, buruk, dan kadang-kadang hoax. Baru-baru ini seorang pria dikecam oleh keluarganya karena berpura-pura mati di Facebook dan meminta istrinya meminta sumbangan untuk penguburannya.

Teman-teman Facebook Tachawit J mengira dia dalam keadaan sehat, sehingga mereka terkejut ketika istrinya memposting serangkaian foto mayatnya, lengkap dengan bola kapas di lubang hidungnya di akunnya.

Foto itu dilengkapi dengan caption "Foto terakhir sebelum menonaktifkan Facebook-nya, (aku) mencintaimu!"

Teman-teman dan kolega Tachawit yang paling cemas meninggalkan komentar di bawah foto itu, dan menanyakan apa yang telah terjadi padanya.

Istrinya menjawab bahwa dia telah meninggal karena kanker dan asma, setelah menderita untuk waktu yang lama.

Beberapa kenalan pria itu menulis bahwa mereka tidak tahu dia begitu sakit, yang dijelaskan istrinya dengan mengatakan bahwa dia "pura-pura baik-baik saja selama ini".

Karena kematian tragis Tachawit J. menyebar di antara keluarga dan teman-temannya, mereka mulai menelpon dan menawarkan dukungan mereka.

Tetapi istri pria itu tidak hanya duduk menunggu untuk dihubungi, dia juga mengambil inisiatif dengan memanggil semua orang yang tahu Tachawit dan meminta uang untuk menutupi biaya pemakaman.

Pasangan ini bahkan menelepon ibunya untuk menyampaikan berita yang memilukan itu dan meminta bantuan keuangan. 
Wanita yang sedang 'berduka' itu dengan cepat mengumpulkan THB20,000 (Rp8,6 juta) untuk membayar peti mati dan mengangkut mayat ke kota kelahirannya.

Sang ibu juga sudah menghubungi kuil setempat untuk menjadwalkan pemakaman dan membuat semua pengaturan yang diperlukan.

Keesokan harinya, Tachawit seharusnya dikirim ke rumah ibunya sehingga kerabatnya bisa memberi penghormatan terakhir, tapi mayat itu tidak pernah muncul.

Loading...

Ketika waktu pemakaman semakin dekat, salah satu sepupu Tachawit memutuskan untuk menelepon istrinya dan bertanya tentang penundaan itu.

Yang mengejutkan, Tachawit yang diduga mati menerima telepon, tapi segera menutupnya begitu dia menyadari siapa yang ada di ujung telepon.

Akhirnya keluarga harus membatalkan layanan pemakaman dan dilaporkan mengalami kerugian THB60,000 (Rp25 juta).

Ibunya mengakui bahwa ia telah memutuskan semua ikatan dengan putra penipu itu dan istrinya.

Setelah berita kematian palsu itu terbongkar, beberapa rekan dan kenalannya mulai membeberkan sejarah panjang terkait kebohongan dan keserakahan Tachawit.

Warit M., seorang rekan kerja lama Tachawit, mengatakan kepada media bahwa dia pernah mencuri dompet rekannya yang lain setelah mengetahui bahwa dia berencana untuk menyumbang banyak uang ke kuil pada hari itu.

Baik Tachawit dan istrinya telah diam di Facebook, tapi teman-teman dan keluarga mereka terus menyuarakan kemarahan mereka di media sosial.

Yang cukup menarik, Tachawit tidak menghapus foto-foto kematian itu dari akun Facebook-nya, dan bahkan tampak menyesali tindakannya. Ia hanya mengganti caption asli istrinya dengan kalimat "Maaf karena sangat jelek".

Meskipun pasangan ini tidak dilaporkan ke polisi tapi pengacara selebriti Thailand Gerdphol Geawgerd mengatakan kepada wartawan bahwa Tachawit J. dan istrinya berisiko denda hingga THB160.000 dan / atau hingga 10 tahun penjara.

Tags
Loading...
Loading...