Kamis, 26 Juli 2018 22:17 WITA

SYL Way untuk Agus Surya Bakti: Aku Saksi Sejarah Itu

Editor: Nur Hidayat Said
SYL Way untuk Agus Surya Bakti: Aku Saksi Sejarah Itu
Syahrul Yasin Limpo.

SERAH terima jabatan adalah peristiwa biasa dalam lingkup organisasi. Jabatan adalah wujud kepercayaan dan tanggung jawab bagi seseorang untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan oleh negara.

Berbahagialah orang yang sempat mengalami serah terima jabatan apalagi beberapa kali sepanjang karier. Karene itu merupakan indikasi milestone yang dijalani dalam sebuah proses perjalanan untuk suatu proses pembaruan yang diperlukan organisasi untuk maju dan berkembang.

Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti telah merampungkan satu tahapan karier yang luar biasa sebagai Pangdam XIV Hasanuddin dengan kesan yang sangat positif dari masyarakat Sulawesi Selatan. 

Seperti pengalaman banyak orang, pejabat yang pernah menjalani karier sebagai Pangdam XIV Hasanuddin biasanya akan melejit setelahnya. Mungkin karena wilayah ini dikenal unik dan kompleks sehingga bagi pejabat yang pernah berkarier di sini lebih tangguh dan bersinar setelahnya.

Tapi terlepas dari anggapan itu, Mayjen Agus Surya Bakti merupakan sosok yang cemerlang sepanjang kariernya. Kegemarannya membaca dan menulis merupakan salah satu poin penting yang tidak banyak dimiliki seorang sosok militer. 

Apalagi beliau juga dikenal sangat akrab dengan media komunikasi dan informasi berbasis internet yang membuatnya selalu terbarukan dalam cara pandang dan pemikiran-pemikirannya.

Jadi wajar bila beliau dikenal sebagai sosok yang komunikatif yang tercermin dari kesehariannya di daerah ini sejak dilantik 28 Oktober 2015 lalu. Tentu saja banyak yang kehilangan beliau selepas dari daerah ini. 

Loading...

SYL Way untuk Agus Surya Bakti: Aku Saksi Sejarah Itu

Tapi bagaimanapun, perahu yang mampu mengarungi samudera adalah perahu yang tidak berlama-lama menambatkan diri di dermaga. Samudera pengabdian memanggil, semoga senantiasa sukses di mana pun berada.

Menutup itu semua, dalam jabatan tidak berarti kita mengakhiri persaudaraan jenderal. Kata orang Makassar "Rampae golla na kurampe ki kaluku", abdimu mengembalikan nama. Kodam XIV Hasanuddin karya terbesarmu, aku saksi sejarah itu.

Kita boleh tak terlihat bersama, kita boleh terpisah masa, tetapi kenangan antara kita adalah bahasa jiwa yg tak berkata, menyimpan cinta.

Saya Syahrul Yasin Limpo adalah saudaramu. Sahabatmu yang selalu berdoa akan suksesmu. Salamaki tapada salama.

Makassar 26 Juli 2018

Loading...
Loading...