Rabu, 25 Juli 2018 08:20 WITA

"Saya Baru di Sini," Alasan Seragam Pejabat Lapas Soal Saung 'Elite' Sukamiskin

Editor: Mays
Saung 'Elite' Lapas Sukamiskin. Sumber: Detik.

RAKYATKU.COM, BANDUNG - Saung 'elite' yang berada di Lapas Sukamiskin Bandung, akhirnya dibongkar. Saung berjumlah 32 unit itu, merupakan inisiatif para narapidana di Lapas Sukamiskin.

"Yang membuat saung warga binaan sendiri," ucap Plt Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar, Dodot Adi Koeswanto usai pembongkaran di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (25/7/2018) tengah malam.

Sebagaimana dilansir dari detik, Dodot menyebut, saung tersebut bukanlah fasilitas dari Lapas Sukamiskin. Para napi-lah yang diketahui rata-rata napi koruptor, yang berinisiatif membuat saung. Dana pembuatan juga berasal dari para napi.

"Atas dana mereka sendiri," kata Dodot. 

Ditanya soal mulai berdirinya saung tersebut, Dodot mengaku tidak tahu menahu. Termasuk alasan kenapa bisa para napi membangun saung di dalam lapas. Dodot menyebut, dia orang baru di lingkungan Kemenkum HAM Kanwil Jabar.

"Itu sudah berjalan lama ya. Saya belum pernah tugas di sini, baru datang dari Bangka Belitung," kata dia.

Selama ini, sambung Dodot, saung 'elite' tersebut dipergunakan napi untuk menerima kunjungan. Padahal, kata dia, seharusnya para napi menggunakan ruangan besuk yang disediakan oleh pihak lapas.

"Saungnya untuk mereka menerima kunjungan. Jadi kunjungan tidak dilakukan di tempat seharusnya," tuturnya.

Kondisi saung tersebut kini sudah diratakan. Pembongkaran saung dilakukan usai operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kalapas Sukamiskin dan penggeledahan oleh KPK. Saat digeledah, KPK menemukan fasilitas mewah di dalam lapas tersebut.

Dodot juga mengatakan, pembongkaran tersebut atas perintah dari Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami yang menginstruksikan 'bersih-bersih' di lapas.

"Kami menjalankan perintah dari pimpinan melakukan penataan dan penertiban kembali terhadap kondisi di Lapas Sukamiskin. Pembongkaran saung-saung yang memang tidak sesuai peruntukannya," kata Dodot.

loading...

Alasan senada diungkap Kalapas Sukamiskin Kusnali. "Masyarakat termasuk saya baru tahu sekarang. Saya tidak tahu kapan berdirinya, saya masuk ke sini sudah ada,," ucap Kusnali usai pembongkaran di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (25/7/2018) dini hari. 

Kusnali menduga, ada kebijakan lain yang diberlakukan kalapas-kalapas sebelumnya terkait keberadaan saung 'elite' tersebut. Salah satunya, sambung dia, minimnya fasilitas umum di dalam lapas.

"Mungkin kebijakannya lain. Kemarin kan akan dibangun fasilitas umum, tapi sampai sekarang belum terwujud," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyebut OTT dan penggeledahan KPK yang menemukan fasilitas mewah menjadi momentum untuk memperbaiki. Termasuk membongkar saung tersebut.

"Ini jadi momen untuk bisa membersihkan sarana dan prasarana yang tidak semestinya," ucapnya.

Saung 'elite' tersebut dibongkar petugas Kanwil Kemenkum HAM Jabar sejak sore tadi pukul 17.00 WIB hingga selesai pukul 00.30 tengah malam. Pembongkaran atas instruksi dari Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami yang meminta 'bersih-bersih' lapas pasca temuan KPK.

Keberadaan saung 'elite' sempat membetot perhatian masyarakat. Saung yang konon dibangun dari hasil swadaya para penghuni lapas ini disebut memiliki fungsi sebagai tempat besuk.

Keberadaan saung ini membetot perhatian publik lantaran disebut-sebut tampil mewah. Saung itu kerap dipergunakan para narapidana untuk berjumpa keluarga dan kolega sambil menikmati sajian makan-minum dan menggelar aneka acara.

Saung beragam ukuran ini terbuat dari bambu. Sisi kanan-kirinya saung terpasang setengah dinding berbahan anyaman rotan dan beratap ijuk.

Loading...
Loading...