Senin, 23 Juli 2018 15:14 WITA

Yagkin Padjalangi Blak-blakan Ungkap Alasan Tinggalkan Partai Golkar

Editor: Mulyadi Abdillah
Yagkin Padjalangi Blak-blakan Ungkap Alasan Tinggalkan Partai Golkar
Sumber Foto: Facebook Yagkin Padjalangi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Legislator DPRD Sulsel tiga periode, Andi Yagkin Padjalangi meninggalkan Partai Golkar. Ia kini mencoba peruntungan "naik kelas" ke Senayan dari PDIP di dapil 2 Sulsel.

Kepada awak media, adik Bupati Bone ini blak-blakan menceritakan awal mulanya memutuskan untuk loncat ke partai penguasa, PDIP.

"Jadi sebenarnya, saya disuruh bertarung di dapil Sulsel 1 (Senayan). Tapi saya merasa belum siap bertarung di dapil 1," kata Yagkin saat ditemui di gedung DPRD Sulsel, Senin (23/7/2018).

Dipaparkan Yagkin, selama ini ia punya basis di Kabupaten Bone. Hal itu dianggapnya menjadi basis utama mengincar kursi Senayan.

"Selama ini saya 'mencangkul' di Bone 15 tahun. Dan semua aktifitas saya di Pilkada, di Pilgub, itu di Bone semua," tambah ketua fraksi Golkar Sulsel berdarah Bone ini.

"Ini tiba-tiba saya disuruh bikin sawah baru di situ (dapil Sulsel 1). Masa disuruh bikin sawah baru, padahal ini kita sudah mau mencangkul," ujarnya.

Kabar ini lalu sampai ke telinga sejumlah parpol lain. Ada banyak partai politik yang "meminangnya".

"Semua partai itu jauh sebelum Pilkada, Pilgub, ada beberapa partai tanyaka. Mau ke pusat (DPR RI)? Saya jawab mau ke Senayan. Bagaimana kalau tidak diakomodir di Golkar? Dengan tanpa Golkar saya tetap pergi. Hampir semua parpol teleponka," katanya.

"Saya jawab, catatmi namaku. Kalau Golkar tidak akomodirka, saya ikut," tambah Yagkin lagi.

Keputusan Yagkin untuk hengkang ke PDIP, lanjut dia, sempat ditentang oleh Golkar. 

"Malah saya kembali ditelepon. Jadi bukan karena Pak NH (Nurdin Halid) jengkel sama saya. Pak NH sayang sekalika. Pak NH menang di Bone (pilgub)," jelas Yagkin.

Di situlah diakui Yagkin, keluarganya berembuk. Dan menyarankan Yagkin hanya memilih tiga partai untuk dipilih dalam agenda politiknya masuk ke gedung Kura-kura.

"Saya disarankan pilih Golkar, PDIP, dan PPP. Kemudian bertambah lagi belakangan PKB dan Nasdem. Gerindra terakhir, setelah PDIP," cerita Yagkin menambahkan.

Bagaimana keyakinan Yagkin lolos ke DPR RI?

"Artinya tidak ada jaminan. Partai apa pun kita bisa duduk asalkan kita kerja keras. Kita kerja keras saja kalau kita tidak duduk, artinya belum garis tangan," pungkasnya.