Senin, 23 Juli 2018 07:30 WITA

Sebelum Gantung Diri, Mahasiswa Telkom: Hilang Keinginan Saya untuk Hidup

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sebelum Gantung Diri, Mahasiswa Telkom: Hilang Keinginan Saya untuk Hidup

RAKYATKU.COM - Sebelum tewas gantung diri, mahasiswa Universitas Telkom, Bandung, Jawa Barat, bernama Agung Rahmansyah mengaku tersesat. Dalam kesesatannya itu, Agung kehilangan arah. 

Tidak hanya itu, sebelum gatung diri Ia mengungkapkan permintaan maafnya kepada keluarganya yang berada di Batam. 

Hal tersebut terungkap berdasarkan isi surat wasiat yang ditulisnya sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kosnya yang terletak di Jalan Sukabirus, Citeureup, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat. 

Agung mengawali surat wasiatnya dengan permintaan maaf. Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada ayah, ibu dan kakaknya. Itu karena Agung merasa sudah tak sanggup lagi menjalani hidup karena hanya bisa membuat masalah. Namun tidak merinci masalah apa yang dimaksud.

Dalam pengakuannya, Agung merasa tersesat dan tampak kehilangan arah. Tak hanya itu, ia juga kehilangan keinginan untuk hidup. Kesabaran dan ketabahan yang dimilikinya dulu, sehingga sanggup bekerja keras pun sudah tak lagi ada.

Semua, kata Agung, telah hilang. Tak sampai di situ, Agung juga mengeluh soal pelajaran di tempatnya menuntut ilmu, Universitas Telkom. 

Perasaan demikian dirasakan Agung selama lebih dari dua tahun. Karena cukup lama ia merasa lelah. Pengakuan tersebut dituangkannya dalam sebuah surat yang ditemukan di kamarnya. Agung menaruh surat tersebut di laptop miliknya. Berikut tulisan Agung seperti dilansir laman Kriminologi.

Saya minta maaf

Saya sudah tidak tau sudah berapa banyak saya mengatakan ini. Terutama untuk mu.... Tapi mungkin yang terakhir.

Aku sesat dan tidak tau mau kemana. Hilang keinginan saya untuk hidup.

Kesabaran yang dulu ada didiriku, yang membuatku tabah menjalani hidup, membuatku bekerja keras. Semua itu hilang.

Aku tidak tau kapan ini bermula, mungkin sekitar 2 tahun lalu, atau mungkin lebih. Aku merasa lelah. Lelah menjalani hidup ini. Lelah dengan pelajaran ini. Lelah hanya menjadi masalah, lelah dengan semua.

Saya telah mendapatkan cinta dan perhatian dari keluarga, dari .... dan .... Mereka sangat perhatian kepada saya, mendukung saya supaya kelak saya menjadi orang yang berhasil....