Minggu, 22 Juli 2018 09:45 WITA

Kalapas Sukamiskin Tertawa-tawa saat Diperiksa KPK, Apa yang Lucu?

Editor: Abu Asyraf
Kalapas Sukamiskin Tertawa-tawa saat Diperiksa KPK, Apa yang Lucu?
Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein

RAKYATKU.COM - Biasanya pejabat yang diperiksa penyidik KPK tegang dan gugup. Ekspresi berbeda ditunjukkan Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein. Dia justru cukup santai dan bahkan tertawa-tawa. Ada yang lucu?

"Kalau lihat dari cerita yang kami pantau dari kemarin, memang ada kesan yang sudah terbiasa dengan menjadi aneh kalau tidak dijalankan sama si pendatang (narapidana) barunya," ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Sabtu (21/7/2018).

Saut menceritakan, Wahid Husein tampak tidak menyesali perbuatannya, walau sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia menduga, Wahid sudah terbiasa menerima suap untuk fasilitas mewah di penjara sejak lama sehingga menganggap kondisi itu sudah lumrah terjadi.

"Ada kesan begitu makanya dia santai-santai saja ngomongnya, malah beberapa kali ditanya ketawa-ketawa," ungkap Saut seperti dikutip dari Antara.

Salah satu video sel narapidana yang diperlihatkan KPK menunjukkan kebenaran fasilitas mewah tersebut. Salah satunya di sel yang ditempati suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawangsyah. Sel dengan mahar Rp200 juta hingga Rp500 juta itu dilengkapi AC dan kulkas.

Tim KPK sempat merekam beberapa bagian kamar napi tersebut. Kamar mandi terpisah dengan WC, lalu ada wastafel, televisi, pemanas air, springbed, dan fasilitas lain yang memanjakan. Sel itu tidak seperti bilik penjara pada umumnya. Wajar jika para terpidana berduit tenang-tenang saja dalam penjara.

KPK menegaskan bahwa Kalapas Sukamiskin menerima uang dan dua mobil dalam jabatan sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018, yang dikenal sebagai narapidana tertentu. 

Dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK mengamankan barang bukti yang digunakan, yaitu dua unit mobil masing-masing satu unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Ada juga uang total Rp279.920.000 dan 1.410 dolar AS, uang pembayaran, dan pembelian. 

Fahmi merupakan Direktur PT Merial Esa. Dia dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada 31 Mei 2017. Berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, suami dari artis Inneke Koesherawati itu divonis dua tahun delapan bulan ditambah denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan.