Sabtu, 21 Juli 2018 15:51 WITA

Thorig Husler: Sinergi Pemda dan PII Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Thorig Husler: Sinergi Pemda dan PII Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - Gencarnya pembangunan infrastruktur di daerah sangat membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, terutama dari kalangan Insinyur. Demikian dikatakan Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler membuka Musyawarah Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Luwu Timur masa bakti 2018-2021,di Gedung HRPD PT Vale Indonesia Sorowako, Sabtu (21/07/2018).

Menurutnya, keberadaan insinyur sebagai salah satu elemen kekuatan pembangunan di Luwu Timur sangat dibutuhkan. 
"Saat ini Luwu Timur baru berusia 15 tahun. Masih banyak sekali infrastruktur yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat seperti jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya yang membutuhkan dukungan Insinyur," kata Husler.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengharapkan dukungan dari pengurus PII Cabang Luwu Timur, untuk ikut mengawal pembangunan infrastruktur pemerintah yang tersebar di wilayah Luwu Timur. Termasuk pula melahirkan berbagai produk inovatif terutama disektor pertanian dalam arti luas yang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Terkait Muscab PII Luwu Timur, Husler berharap para pengurus PII periode selanjutnya agar menyusun program kerja yang dapat meningkatkan kapasitas para insinyur didaerah, termasuk juga menyusun program kerja yang di sinergikan dengan program Pemerintah Daerah.

"Sinergi PII Cabang Luwu Timur dan Pemerintah Daerah akan sangat bermanfaat terhadap kualitas infrastruktur Pemerintah. Penting disadari infrastruktur tersebut jangan hanya bermanfaat untuk beberapa tahun ke depan, tapi harapan kita bisa dinikmati hingga anak cucu kita," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PII Cabang Luwu Timur periode 2015-2018, Iwan Usman mengatakan, ada sekitar 900 lebih Insinyur di Luwu Timur. Namun yang baru tersertifikasi saat ini dan bergabung dengan PII Cabang Luwu Timur baru sekitar 300 lebih. 

Untuk itu, lanjut Iwan, salah satu fokus program kerja di masa kepemimpinannya lebih mengarah pada penguatan internal terkait lisensi dan sertifikasi agar para Insinyur ini bisa diakui dari aspek legalitasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah saat ini sangat mengakui peran dan kontribusi PII dalam membangun infrastruktur. 

"Dalam beberapa grup WA pengurus, kita sudah terbiasa berkomunikasi dengan teman-teman di kementerian, termasuk para menteri," tambahnya.

Iwan juga mengakui perkembangan PII Cabang Luwu Timur cukup sulit karena padat aktivitas para pengurus. Disisi lain, kepengurusan juga masih mengandalkan iuran anggota sehingga program kerja yang dijalankan masih sebatas sertifikasi dan belum merambah ke aspek lainnya. Hal tersebut disebabkan kode etik dan integritas Insinyur yang sangat dikedepankan.

Namun ia berharap, pengurus PII selanjutnya dapat meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah sehingga program PII Cabang Luwu Timur tidak hanya pada proses sertifikasi semata, namun bisa juga pada aspek lainnya.