Sabtu, 21 Juli 2018 14:08 WITA

Gunakan Sainte Lague, Begini Cara Menghitung Jatah Kursi Parpol di Pemilu 2019

Editor: Abu Asyraf
Gunakan Sainte Lague, Begini Cara Menghitung Jatah Kursi Parpol di Pemilu 2019
Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi serta Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Ada perbedaan penentuan caleg terpilih pada Pemilu 2019 dibandingkan sebelumnya. Kali ini menggunakan sistem Sainte Lague. Seperti apa cara menghitungnya?

Metode Sainte Lague ini diperkenalkan ahli matematika asal Perancis, Andre Sainte Lague. Metode ini membagi kursi dengan cara membagi suara yang masuk menjadi 1,3,5,7, dan seterusnya.

Gunakan Sainte Lague, Begini Cara Menghitung Jatah Kursi Parpol di Pemilu 2019

"Betul, metode ini yang digunakan," tutur Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi serta Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin saat dikonfirmasi Rakyatku.com, Sabtu (21/7/2018).

Metode Sainte Lague ini berbeda dengan metode pada Pemilu yang sebelumnya yang menggunakan metode BPP (bilangan pembagi pemilih). Kali ini, cara penghitungan kursinya sangat simpel. Berikut contohnya:

Apabila dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) ada alokasi tujuh kursi misalnya, pada Dapil tersebut:

1. Partai #A* total meraih 28.000 suara
2. Partai B meraih 15.000
3. Partai C meraih 10.000
4. Partai D meraih 6.000 suara
5. Partai E 3000 suara

Maka kursi pertama didapat dengan pembagian 1.

1. Partai #A* 28.000/1 = 28.000
2. Partai  B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. PartaiE 3.000/1 = 3.000

Jadi kursi pertama adalah milik partai #A* dengan 28.000 suara.

Untuk kursi ke 2,
Dikarenakan #A* tadi sudah menang di pembagian 1.
Maka berikutnya #A*  akan dibagi 3, sedangkan yang lain masih dibagi 1.

Perhitungan kursi ke-2 adalah:

1. Partai #A* 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000 
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka kursi ke 2 adalah milik partai B dengan 15.000 suara.

Sekarang kursi ke 3, 

#A* dan partai B telah mendapatkan kursi dengan pembagian 1, maka mereka tetap dengan pembagian 3, sedangkan suara partai lain masih dengan pembagian 1.

Maka perhitungan kursi ke 3 adalah:

1. Partai #A* 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000 
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka di sini kursi ke 3 milik partai C dengan 10.000 suara.

Perhitungan suara untuk kursi ke 4, #A*, B dan C telah mendapat kursi dengan pembagian 1, maka mereka akan masuk ke pembagian 3.

1. Partai #A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000 
5. Partai E 3.000/1 = 3.000 

Maka kursi ke 4 adalah milik #A* dengan 9.333 suara.

Masuk ke kursi ke 5, 

Partai #A* sudah mendapat kursi hasil pembagian suara 1 dan 3, maka selanjutnya *A*  akan dibagi 5, B dan C dibagi 3,sementara D dan E masih pada pembagian 1.

Penghitungan kursi ke 5 adalah:

1. Partai #A 28.000/5 = 5.600
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai  C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000 
5. Partai  E 3.000/1 = 3.000 

Maka partai D mendapatkan kursi ke 5 dengan 6.000 suara.

Kursi ke 6, #A dibagi 5. B,C dan D dibagi 3, dan E masih dibagi 1.

1. Partai #A * 28.000/5 = 5.600
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000 
5. Partai E 3.000/1 = 3.000 

Disini #A* kembali mendapat kursi,karena suaranya ada 5.600.

Sedangkan perhitungan kursi terakhir, #A* mendapatkan pembagian 7, karena pembagian 1,3 dan 5 telah menghasilkan kursi.

Maka perhitungan kursi ke 7 adalah: 

1. Partai #A * 28.000/7 = 4.000
2. Partai  B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000 
5. Partai E 3.000/1 = 3.000 

Maka partai B mendapat kursi terakhir dengan 5.000 suara.