Kamis, 19 Juli 2018 15:48 WITA

Keji! 17 Pria Gilir Gadis Tuli di Lift, Teras hingga Toilet

Editor: Aswad Syam
Keji! 17 Pria Gilir Gadis Tuli di Lift, Teras hingga Toilet
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, INDIA - Berita mengerikan tentang seorang gadis yang diperkosa 17 pria, beredar di internet dan mengejutkan semua orang. 

Dilansir dari CNN, seorang gadis tuli berusia 11 tahun, diperkosa tanpa ampun oleh sekelompok orang yang bekerja di gedung tempat dia tinggal. 

Insiden ini terjadi di Chennai, India. 

Wakil komisaris polisi untuk distrik Kilpauk Chennai, S. Rajendran mengatakan, para lelaki telah melakukan penyerangan seksual terhadap gadis malang itu sejak pertengahan Januari hingga Juli. Dia juga  menceritakan bahwa sebelum gadis itu diperkosa, dia dibius di ruang generator di ruang bawah tanah gedungnya. 

Awalnya, gadis itu diperkosa oleh operator lift berusia 66 tahun, sebelum memanggil orang lain untuk berpartisipasi dalam kejahatan ini. 

Operator lift kemudian diduga mengundang orang-orang lain untuk bergabung dalam tindakan kejam itu, lapor The Hindustan Times. 

Orang-orang ini, yang berusia dari awal 20-an hingga akhir 60-an, dilaporkan bergantian merekam ketika yang lain memperkosa anak yang tidak berdaya ini.

Pemerkosa keji ini juga diduga menyerangnya di banyak tempat di dalam gedung itu sendiri. Beberapa tempat ini termasuk ruang bawah tanah, teras, ruang olahraga, dan toilet umum. 

"Para predator seksual diduga menggunakan pisau untuk mengancam korban, agar tak mengadu ke ibunya, atau mereka akan membocorkan rekaman pemerkosaan itu," ujar Komisaris Polisi setempat, AK Viswanathan.

Namun, sebuah laporan mengungkapkan, gadis itu memberi tahu saudara perempuannya tentang serangan itu, yang mendorong keluarga untuk mengajukan laporan polisi. 

Untunglah! Sampai sekarang, sudah empat dari mereka telah mengaku memperkosanya dan dua mengaku menganiaya dirinya. 

Korban telah mengidentifikasi semua orang yang ditangkap sebagai pemerkosanya. 

Orang-orang yang telah diidentifikasi sebagai pemerkosa gadis telah ditangkap di bawah Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual Act (POCSO), dengan  tuduhan pemerkosaan, percobaan pembunuhan dan intimidasi kriminal.