Kamis, 19 Juli 2018 09:29 WITA

"Saya Salah, Saya Minta Maaf", Calo STNK Tertunduk Usai Disemprot Kadispenda

Penulis: Zul Lallo
Editor: Mays
Oknum HS

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Kepala Dispenda Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Jeneponto, marah besar pada Kamis (19/7/2018). Dia tidak terima institusinya dipermalukan oleh oknum pegawainya yang bertindak sebagai calo pengurusan STNK kendaraan roda empat.

M Ali Burhan menegaskan, perlakukan oknum pegawai Samsat berinisial HS, soal regulasi terkait dengan cek fisik kendaraan dan pengurusan STNK yang diterapkan, sudah melanggar aturan.

Menurutnya, cek fisik kendaraan boleh saja dilakukan di Jeneponto. Namun soal berkas pernerbitan STNK, memang harus dari daerah asal kendaraan itu. 

"Apa yang dilakukan oknum pegawai saya, memang sudah salah dalam aturan. Namun sudah ada niat baiknya untuk tidak mengulanginya, dan sudah mengakui kesalahannya," jelas Burhan. 

Burhan juga mengaku akan memberikan sanksi tegas baik itu saksi teguran, disiplin maupun tertulis. Selain itu, agar inisial HS segera melakukan permintaan maaf.

"Saya akan perintahkan untuk seceptanya mengurus STNK kendaraannya Daeng Rapi itu. Saya kasih target satu minggu dan paling cepat dua hari selesai," tegas Burhan. 

Sementara itu, pegawai Samsat berinisial HS mengakui mendapat teguran keras dari pimpinannya selaku atasan langsung. Itu sekaitan pengurusan STNK yang diduga salah dalam penerapan regulasi. Dia berjanji tidak akan melakukan lagi yang tidak berkaitan dengan tugasnya di Samsat. 

loading...

"Saya mengakui kesalahan saya dan saya ke depannya berusaha sebaik mungkin. Kalau memang bukan tugas, saya tidak akan melaksanakan lagi. Saya akui kesalahan itu yang berkaitan dengan kepengurusan STNK kendaraan itu. Saya minta maaf," ucapnya dengan nada rendah. 

Sebelumnya diberitakan, HS diduga menjadi calo dalam pengurusan STNK. Kasus itu terungkap dari pengaduan warga bernama Daeng Rapi.

Dia mengaku kurang lebih satu tahun mengurus STNK. Dia sudah membayar sekitar Rp900 ribu, namun STNK miliknya tak kunjung terbit. 

Kecurigaan muncul saat Daeng Rapi ingin cek fisik mobilnya. Staf Samsat berinisial HS mengatakan, cek fisik kendaraan hanya bisa dilakukan di Bantaeng. Alasannya karena mobil itu berasal dari Bantaeng. 

"Saya hanya menolong untuk mengurus pribadi. Dari kemarin saya bilang bawaki mobil ta ke Bantaeng untuk cek fisik. Sudah dia bayar Rp900 ribu. Ini mobil tidak bisa dicek fisik di Samsat sini," kata HS, Rabu (18/7/2019).

Loading...
Loading...