Selasa, 17 Juli 2018 20:08 WITA

Pemerintah Antisipasi Adanya CJH Indonesia yang Ketinggalan 

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pemerintah Antisipasi Adanya CJH Indonesia yang Ketinggalan 
Calon Jemaah Haji

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya tentang adanya Calon Jemaah Haji (CJH) Indonesia yang ketinggalan bus, Pemerintah kini melakukan langkah untuk meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal. 

Ketua Tim Komisi VIII DPR RI, Samsu Niang mengatakan, pihaknya tidak mau lagi ada CJH Indonesia yang ketinggalan bus. Sehingga fasilitas mobil bus yang digunakan tahun ini merupakan mobil keluaran 2017 yang lebih besar. 

"Tahun ini tidak boleh lagi ada  CJH yang ketinggalan selama melakukan perjalanan dari Madina ke Mekah, maupun menuju ke Padang Arafah. Makanya kami menolak kalau mobilnya bukan keluaran 2017, karena kami butuh mobil yang lebih besar," ujar Samsu Niang, Selasa (17/7/2018). 

Selain itu, ia menambahkan, petugas penyelenggara haji tahun 2018 juga ditambah menjadi 4.100 orang. Sebelumnya, jumlah petugas di musim haji tahun 2017 hanya sebanyak 3.500 orang.

Sementara dari bidang imigrasi, Samsu Niang mengaku pemerintah Arab Saudi telah melakukan perekaman sidik jari dan retina mata di embarkasi dalam negeri.

Pengambilan sidik jari ini bertujuan untuk mengurangi antrian ketika CJH Indonesia tiba di Arab Saudi, yang biasanya mengantri sampai 4 jam.

"Jadi saat tiba, petugas di Arab Saudi hanya menstempel Passport CJH," tutupnya.