Selasa, 17 Juli 2018 19:19 WITA

Bocah 12 Tahun Patah Lengan Dianiaya Ayah Kandung, Aktivis: Hukum Seberat-beratnya!

Editor: Abu Asyraf
Bocah 12 Tahun Patah Lengan Dianiaya Ayah Kandung, Aktivis: Hukum Seberat-beratnya!
Sry Yanthi Ningsih

RAKYATKU.COM,ENREKANG - Kasus kekerasan yang melibatkan anak sebagai korban di Enrekang memantik kemarahan sejumlah pihak. 

Kritik keras terhadap pelaku muncul, salah satunya dari aktivis Komunitas Pemerhati Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM), Sry Yanthi Ningsih.

Ia mengecam tindakan para pelaku yang dianggap tidak manusiawi dan mengesampingkan prinsip perlindungan dan kasih sayang terhadap anak-anak.

"Tindakan kekerasan terhadap anak ini menurut saya sudah di luar batas moral. Apalagi jika pelakunya adalah kerabat dekat, bahkan jika orang tuanya sendiri. Karena itu perlu diberi hukuman seberat-beratnya sebagai efek jera," kata Sry, Selasa (17/7/2018). 

Kekerasan ini dialami SA (12) beberapa hari lalu di Enrekang. Dia mengalami luka lebam di sekujur tubuh, bahkan patah tulang lengan setelah dianiaya ayah kandungnya. Menurut Sry, ini adalah potret betapa rawannya anak-anak menjadi korban kekerasan.

Hingga pertengahan 2018, kasus yang menimpa SA adalah kasus kekerasan kedelapan kepada anak yang terjadi di Enrekang. Kata Sry, hal ini harusnya menjadi evaluasi kepada seluruh pihak untuk lebih memerhatikan keselamatan anak-anak. 

"Orang tua harus lebih berhati-hati mendidik anak. Jangan sembarangan memukul. Kepolisian harus menghukum seberat-beratnya kepada para pelaku agar menjadi pelajaran," tutupnya.