Senin, 16 Juli 2018 19:12 WITA

ASN dan Kepala Daerah "Maccaleg" Harus Mundur Paling Lambat 19 September

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
ASN dan Kepala Daerah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Calon anggota legislatif (Caleg) yang berlatar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala daerah harus mengundurkan diri dari jabatannya paling lambat 19 September 2018 mendatang.

Komisioner divisi teknis penyelenggaraan KPU Sulsel, Fatmawati Rahim mengungkapkan bahwa hal tersebut mutlak dilakukan mengingat  Daftar Caleg Tetap (DCT) akan ditetapkan KPU pada tanggal 20 September.

"Harus itu paling lambat satu hari sebelum hari H surat pemberhentiannya harus sudah ada. Penetapan (DCT) tanggal 20 September jadi tanggal 19 September sudah tidak lagi menjabat, dan harus mundur dari jabatannya," katanya saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (16/7/2018).

Menurut Fatmawati, dalam berkas Bacaleg yang disetor parpol ke KPU, terdapat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri dari posisinya dalam berkas pendaftaran yang dimasukkan ke KPU. 

"Semua perangkat pemerintahan, Gubernur, Bupati, TNI, perangkat desa yang ingin mengajukan pencalonan, maka harus mengundurkan diri. Ada beberapa poin di syarat calon, pertama surat pernyataan mengundurkan diri, tanda terima saat mengajukan pengunduran diri," jelasnya.

Mantan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel ini menambahkan bahwa bagi ASN atau kepala daerah yang sudah memasukkan permohonan pengunduran diri, pada umumnya tak lagi bisa ditarik.

"Baik lolos dari verifikasi DCT atau tidak, mereka tetap harus menanggalkan jabatannya," tutupnya.