Senin, 16 Juli 2018 08:25 WITA

Jika Jokowi Gandeng Mahfud, Partai Demokrat Isyaratkan Merapat

Editor: Abu Asyraf
Jika Jokowi Gandeng Mahfud, Partai Demokrat Isyaratkan Merapat
Mahfud MD

RAKYATKU.COM - Partai Demokrat mengisyaratkan akan merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo. Terutama jika Jokowi akhirnya memilih Mahfud MD sebagai wakilnya pada Pilpres 2019.

Sinyal itu ditangkap dari pernyataan Ketua DPP PD Ferdinand Hutahaen, Minggu (15/7/2018). Dia mengatakan, Partai Demokrat siap mendukung figur yang tidak punya masalah dengan Partai Demokrat. Lalu, figur tersebut harus merangkul semua komponen bangsa.

Ferdinand menegaskan, saat ini Demokrat belum menentukan sikap apakah akan merapat ke Jokowi atau Prabowo. Demokrat masih menunggu, terutama keputusan dari Jokowi untuk menentukan siapa pasanganya untuk bertarung di Pilpres 2019.

"Karena kami paham betul, Partai Demokrat kalaupun bergabung dengan koalisinya Pak Jokowi tidak akan mungkin dapat porsi wapres. Artinya apa? Jadi posisi wapresnya Pak Jokowi itu sangat menentukan bagi Partai Demokrat apakah Partai Demokrat akan mendukung atau tidak," katanya seperti dikutip dari Detikcom, Senin (16/7/2018).

Menurut Ferdinand, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi jika hendak mendapat dukungan Demokrat di Pilpres 2019. Yang menjadi pertimbangan lainnya adalah sosok cawapres tersebut harus sejalan dengan rencana politik Demokrat ke depan. 

"Jadi tentu bahwa posisi Wapresnya Pak Jokowi itu sangat menentukan bagi rencana politik Partai Demokrat. Nah kalau wakilnya Pak Jokowi itu berpotensi menghambat peluang rencana Partai Demokrat ke depan, ya tentu Partai Demokrat tidak akan mendukung," ungkapnya.

"Jadi di situ seperti apa nanti ya kita lihat, jadi kita menunggu keputusan Pak Jokowi. Makanya sebetulnya kami sangat berharap agar Pak Jokowi dalam waktu dekat ini sudah mengumumkan wakilnya kalau memang sudah ada, sehingga Partai Demokrat bisa mengambil sikap apakah akan mendukung Pak Jokowi atau tidak," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Mahfud MD punya hubungan baik dengan Partai Demokrat dan SBY. Buktinya, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu sempat diundang untuk ikut konvensi calon presiden Partai Demokrat pada 2013. Namun, dia akhirnya mengundurkan diri karena hak dan kewajiban peserta konvensi dianggap tidak jelas.

"Ada pertanyaan di benak saya yang sampai sekarang belum terjawab meskipun saya sudah menyampaikan langsung kepada anggota komite maupun melalui media massa. Yakni, mengenai hak dan kewajiban peserta konvensi dan Partai Demokrat. Terutama setelah konvensi selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan serta hasil pemilu legislatif sudah selesai," kata Mahfud ketika itu.

"Kedua, alasan saya, para guru saya yaitu kiai-kiai dari pondok pesantren, tokoh-tokoh perseorangan terkemuka di NU, Muhammadiyah dan gereja serta kolega di berbagai perguruan tinggi, tokoh-tokoh masyarakat dan komunitas-komunitas di mana saya bergaul dan memimpin, banyak yang menyarankan agar saya tidak ikut konvensi," jelas Mahfud.