Minggu, 15 Juli 2018 17:59 WITA

Rumah Dirut PLN Digeledah Sejak Pagi, Penyidik Belum Keluar hingga Sore Ini

Editor: Abu Asyraf
Rumah Dirut PLN Digeledah Sejak Pagi, Penyidik Belum Keluar hingga Sore Ini
Petugas berjaga di depan rumah pribadi Dirut PLN Sofyan Basir. (FOTO: KUMPARAN.COM)

RAKYATKU.COM - Penyidik KPK menggeledah rumah pribadi Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jalan Taman Bendungan Jatiluhur, Minggu (15/7/2018). Penggeledahan ini diduga terkait dugaan suap yang melibatkan politikus Golkar, Eni Maulani Saragih.

Sejauh ini, penggeledahan sementara berlangsung yang dimulai sejak Minggu pagi. Namun, belum ada informasi apakah Sofyan ada dalam rumah atau tidak. Para penyidik masih berada di dalam rumah hingga Minggu sore. 

Sebelumnya, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. 

Eni diduga menerima suap total sebesar Rp4,8 miliar yang merupakan komitmen fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt itu. Uang suap tersebut diberikan secara bertahap. 

Pertama, pada Desember 2017 sebesar Rp2 miliar. Kedua, pada Maret 2018 sebesar Rp2 miliar dan ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp300 juta. Kemudian KPK menyita uang sebesar Rp500 juta saat mengamankan TM (Tahta Maharaya), staf sekaligus keponakan Eni, pada Jumat, (13/7/2018). 

Loading...

"Diduga perimaan uang sebesar Rp500 juta merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan kepada EMS dan kawan-kawan terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Sabtu (14/7/2018).

Adapun Tim Penindakan KPK mengamankan TM di parkiran basement gedung Graha BIP, Jumat (13/7/2018) sekitar pukul 14.07 WIB. Dari tangan TM, KPK menyita uang Rp500 juta dalam pecahan Rp100 ribu di dalam amplop warna cokelat yang dimasukkan dalam kantong plastik hitam. 

Diketahui, pada Jumat siang, TM menerima uang dari ARJ, sekretaris Johannes Budisutrisno Kotjo di lantai 8 gedung Graha BIP. Johannes merupakan seorang pengusaha pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited dan diduga sebagai pemberi suap. Dalam kasus ini KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka. 

"Diduga peran EMS adalah untuk memuluskan proses penandatanganan kerjasama terkait pembangunan PLTU Riau-1," kata Basaria.

Loading...
Loading...