Senin, 16 Juli 2018 07:00 WITA

Kapolri Copot Tiga Polisi Berpangkat AKBP dalam Sepekan, Satu karena Cinta Terlarang

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kapolri Copot Tiga Polisi Berpangkat AKBP dalam Sepekan, Satu karena Cinta Terlarang
AKBP Bambang Widjanarko.

RAKYATKU.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak main-main dengan anggotanya yang melakukan pelanggaran. Tercatat, dalam sepekan Mabes Polri mencopot tiga perwira menengah dari jabatannya. 

Ketiga perwira tersebut yakni Kapolres Ketapang AKBP Sunario, Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP M Yusuf dan Kapolres Pangkep AKBP Bambang Widjanarko.

AKBP Sunario dicopot gara-gara plakat bertulisan "Kantor Polisi Bersama" antara Polres Ketapang dengan iro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou".

Namun menurut Sunario, plakat tersebut merupakan contoh yang dibawa oleh kepolisian Shuzou saat berkunjung ke salah satu perusahaan yang ada di Ketapang, Kalimantan Barat. Plakat itu ditujukan untuk menjalin kerja sama antarkepolisian.

"Adanya kunjungan kepolisian Shuzou, dan dia merupakan sebuah Wali Kota Shuzou ke perusahaan PT BSM, yang mana mereka juga mengundang Polres Ketapang untuk melaksanakan kunjungan tersebut," katanya.

Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Arief Sulistyanto mengatakan, keputusan mutasi tersebut terbit Jumat pagi (13/7/2018). Sunario dipindahkan ke Polda Kalimantan Barat sebagai perwira nonjob.

Sementara AKBP M Yusuf dicopot dari jabatannya lantaran memukul 2 dua ibu-ibu dan satu orang anak yang diduga pencuri di minimarketnya. Aksi tidak terpuji itu direkam kemudian menjadi viral di media sosial. 

Pemukulan terjadi erawal dari kasus pencurian yang tertangkap tangan pada Rabu (11/7/2018). Tak lama setelah insiden itu, AKBP M Yusuf lansung dicopot. Mutasi AKBP M Yusuf tertulis dalam surat telegram Nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018. 

"Langsung dicopot untuk riksa (pemeriksaan)," kata Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyant, Jumat (13/7/2018).

Sedangkan AKBP Bambang Widjanarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Pangkep. Penyebabnya, Bambang diduga selingkuh dengan seorang perwira polwan dengan jabatan kepala unit berinisial ENS. 

Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono membenarkan, pencopotan Bambang karena diduga selingkuh dengan staf Polres Pangkep berpangkat perwira pertama. Bahkan kedunya dikabarkan sering jalan bersama di malam hari.

"Dugaannya ngajak jalan-jalan (oknum polwan), tapi untuk pendalaman sampai apa kita dalami lagi. Tapi untuk anggota gak pas namanya pemimpin malam jalan sama staf itu bagaimana, kan gak benar itu," kata Umar Septono.

Menurut Umar, Bambang dimutasi ke Polda Sulsel untuk diproses terkait kasus dugaan perselingkuhan. Pasalnya, kisah 'cinta terlarang' yang melibatkan Bambang sudah menjadi opini di internal Polres Pangkep.

"Untuk mendalami ini harus ditarik karena kalau dipertemukan di sana sudah gak bagus namanya opini sudah terbangun, ini di internal di masyarakat belum, opini di dalam tapi dia sudah gak ada namalah di sana," ungkap Umar Septono.