Sabtu, 14 Juli 2018 13:11 WITA

Anjing ini Paling Banyak Dikloning di Dunia, Punya 49 Kopian

Editor: Suriawati
Anjing ini Paling Banyak Dikloning di Dunia, Punya 49 Kopian
Anjing kloning Miracle Milly

RAKYATKU.COM - Miracle Milly, Chihuahua yang berusia enam tahun dari Puerto Rico, dianugerahi gelar Anjing Paling Banyak Diklon di Dunia, oleh Guinness Book of Records. Itu terjadi setelah para ilmuwan di Korea Selatan menciptakan 49 salinan genetis yang identik dengannya.

Yayasan Penelitian Biotek Sooam yang kontroversial di Seoul, Korea Selatan, telah menciptakan klon hewan peliharaan sejak tahun 2006, dan tahun lalu mereka mendekati Vanesa Semler, pemilik Milly tentang kemungkinan menciptakan klon anjing manisnya untuk mencoba dan memecahkan misteri genetik yang membuatnya spesial.

Soalnya, Mily bukan Chihuahua biasa. Dia memegang rekor Guinness untuk Anjing Terkecil di Dunia sejak 2012, dan para ilmuwan ingin tahu persis apa yang membuatnya begitu kecil.

Maka pada bulan Agustus 2017, para peneliti Sooam mulai membuat klon Miracle Milly dan terus melakukannya hingga kini jumlahnya mencapai 49.

Sooam menggunakan teknologi 50 tahun yang sama yang digunakan untuk mengkloning domba Dolly, pada tahun 1996. Pertama, sel-sel dipanen dari hewan untuk dikloning. Selanjutnya nukleus, yang mengandung informasi genetik, dihapus dan diawetkan. Selanjutnya sel telur diperoleh dari pendonor dan intinya diganti dengan hewan peliharaan yang akan dikloning.

Sel telur yang dimodifikasi diberikan kejutan listrik yang lemah untuk merangsang pembelahan, dan beberapa hari kemudian embrio tersebut ditempatkan pada ibu pengganti.

Awalnya peneliti membuat 12 anjing kloning, yang bernama Molly, Mally, Melly, Molly, Mumu, Mila, Mary, Mimi, Moni, Mini, Mela, dan Mulan. Mereka hidup bersama keluarga Semler, di Kissimmee, Florida dan saling mencintai satu sama lain

Vanessa mengatakan bahwa Milly dan klonnya memiliki kepribadian dan penampilan yang sama persis, tetapi beberapa klon sedikit lebih besar dari aslinya. Sejak saat  itu para peneliti di Sooam telah membuat 37 klon lainnya.

“Ide awalnya adalah membuat sepuluh klon secara total, sembilan untuk penelitian dan satu untuk kami, tapi mereka memutuskan untuk mengkloningnya lebih banyak,” kata Vanessa Semler kepada Caters News. “Dia dipilih sebagai anjing terkecil di dunia. Mereka ingin mengetahui mengapa dia begitu kecil dan kemudian mempelajari gennya untuk mencari tahu apa yang membuatnya sangat kecil.”

Para peneliti di Sooam sekarang berencana untuk bekerja sama dengan para spesialis di Beijing Genomics Institute untuk mengkarakterisasi faktor genetik dan epi-genetik dari klon Milly dan Milly yang asli.