Sabtu, 14 Juli 2018 10:19 WITA

Pilot Asyik Isap Rokok Elektrik, Pesawat Jatuh 10.000 Kaki

Editor: Aswad Syam
Pilot Asyik Isap Rokok Elektrik, Pesawat Jatuh 10.000 Kaki
Insiden di kabin Air China.

RAKYATKU.COM, TIONGKOK -- Pesawat Air China, tiba-tiba jatuh ribuan kaki. Hasil penyelidikan, diduga terjadi setelah seorang co-pilot mulai menghisap rokok elektrik selama penerbangan. 

Pesawat Air China Boeing 737 terbang ke Dalian dari Hong Kong pada 10 Juli, ketika turun menjadi 10.000 kaki dengan masker oksigen dikerahkan. Kemudian ia naik lagi untuk melanjutkan ke tujuannya. 

Maskapai penerbangan Tiongkok memiliki catatan keamanan yang baik secara umum, tetapi penumpang menuduh pilot merokok selama penerbangan. 

Namun beberapa insiden seperti itu telah dikonfirmasi. "Dalam investigasi pendahuluan, co-pilot itu ditemukan sedang mengisap rokok elektrik," kata China News milik pemerintah, mengutip konferensi pers oleh Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) yang menyelidiki insiden Selasa. 

"Asap menyebar ke kabin penumpang dan komponen pendingin udara yang relevan salah dimatikan, tanpa memberi tahu kapten, yang mengakibatkan oksigen tidak mencukupi," tambahnya. 

China News mengatakan, co-pilot telah mematikan unit pendingin udara. 

Qiao Yibin, seorang pejabat dari kantor regulator keselamatan penerbangan, mengatakan pemadaman itu memicu alarm, mendorong kru untuk melakukan prosedur bantuan tekanan darurat, yang kemudian melepaskan masker oksigen kabin. 

Para kru menyadari masalah setelah turun dan mengembalikan AC, memungkinkan tekanan kabin untuk kembali normal, katanya. 

CAAC mengatakan, pihaknya melanjutkan penyelidikan dan menganalisis perekam data penerbangan pesawat dan perekam suara kokpit. 

Air China mengatakan akan mengakhiri kontrak karyawan yang terlibat dalam insiden penurunan darurat, dan menyarankan agar CAAC membatalkan lisensi mereka, katanya pada akun resminya di Weibo China. 

Air China juga mengatakan dalam posting Weibo sebelumnya pada hari Rabu itu, memiliki pendekatan 'nol toleransi' terhadap kesalahan oleh setiap kru. 

Insiden itu banyak muncul di media sosial Tiongkok pada hari Jumat, dengan beberapa komentator menuntut hukuman yang keras dan pencabutan izin penerbangan pilot. Peraturan penerbangan China, yang melarang awak pesawat dari 'merokok pada semua fase operasi', juga melarang penumpang menggunakan rokok elektrik pada penerbangan pada 2006.