Sabtu, 14 Juli 2018 09:52 WITA

Berkunjung ke Museum, Turis Tiongkok Jadi Korban Mesum

Editor: Aswad Syam
Berkunjung ke Museum, Turis Tiongkok Jadi Korban Mesum
Ilutsrasi

RAKYATKU.COM, WAMENA - Seorang turis wanita asal Tiongkok berinisial TJ, jadi korban perkosaan saat melancong ke Kampung Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (13/7/2018) sekitar pukul 13.00 WIT.

Peristiwa itu terjadi ketika korban sendirian mengunjungi sebuah museum di daerah itu.

Dia bertemu dengan dua orang yang memandunya. Namun dia digiring ke sebuah rumah kosong. Satu pria memiliki ciri-ciri memakai baju biru tua dengan hoodie, berambut panjang, dan membawa parang.

Satu pria lainnya memakai baju abu-abu. Keduanya berkulit hitam dan berambut ikal.

Dilansir dari Suryamalang, Kedua pelaku langsung memerkosa korban di rumah kosong dengan cara menyekap dan menutup mulut korban dengan kedua tangan pelaku.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmas Mustofa Kamal mengungkapkan, polres setempat telah menerima laporan kasus pemerkosaan yang dialami WNA Tiongkok itu. Kini kasus itu tengah dalam penyelidikan.

"Korban bukan hanya diperkosa, tetapi menjadi korban pencurian, yakni satu unit telepon genggam dan uang tunai Rp140.000 miliknya juga dibawa kabur. Usai diperkosa korban langsung ditinggal begitu saja oleh kedua pelaku," ungkap Kamal.

Usai diperkosa, korban ke Hotel Rainbow di Jalan Irian Wamena dengan becak, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jayawijaya guna proses lebih lanjut.

"Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan olah TKP dan selanjutnya bersama korban menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena guna dilakukan visum," ujarnya.

Menurut Kamal, kasus yang menimpa wanita berusia 34 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai guru SMP itu, masih dalam penyelidikan.

Kamal menyayangkan adanya kasus ini yang dinilainya mengakibatkan rasa trauma pada turis mancanegara berkunjung ke Wamena.

"Saya juga berharap agar wisatawan asing maupun lokal tidak berjalan sendiri di tempat yang sepi dan rawan, guna mengantisipasi kejadian serupa atau yang lainnya terulang kembali, dan sebaiknya sebelum melakukan perjalanan agar berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat," katanya.