Sabtu, 14 Juli 2018 03:30 WITA

Kapolres Dicopot Gara-Gara Plakat Polisi China, Katanya Cuma Contoh

Editor: Abu Asyraf
Kapolres Dicopot Gara-Gara Plakat Polisi China, Katanya Cuma Contoh
Plakat kerja sama polisi RI dan China yang viral di media sosial.

RAKYATKU.COM - Plakat bertulisan "Kantor Polisi Bersama antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou" akhirnya makan korban. Kapolres Ketapang AKBP Sunario dicopot dari jabatannya. 

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Arief Sulistyanto mengatakan, keputusan mutasi tersebut terbit Jumat pagi (13/7/2018). Sunario dipindahkan ke Polda Kalimantan Barat sebagai perwira nonjob.

Dalam sebuah video klarifikasi, Sunario menjelaskan plakat tersebut merupakan contoh yang dibawa oleh kepolisian Shuzou saat berkunjung ke salah satu perusahaan yang ada di Ketapang, Kalimantan Barat. Plakat itu ditujukan untuk menjalin kerja sama antarkepolisian.

"Adanya kunjungan kepolisian Shuzou, dan dia merupakan sebuah Wali Kota Shuzou ke perusahaan PT BSM, yang mana mereka juga mengundang Polres Ketapang untuk melaksanakan kunjungan tersebut," katanya. 

"Mereka meminta kerja sama pada Polres Ketapang dalam hal kepolisiannya dengan membawa contoh sebuah plakat yang untuk kerja sama nantinya. Plakat ini yang viral di media sosial," tambah Sunario dalam video yang diperlihatkan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo.

Lanjut AKBP Sunario, plakat tersebut sudah diamankan di Mapolres Ketapang. Sebab, tidak ada kesepakatan kerja sama antar kedua belah pihak.

"Karena Polres Ketapang itu tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, yang ada itu adalah melalui Mabes Polri. Mereka kita sarankan bahwa untuk adanya kerja sama itu melalui adanya Mabes Polri, dan bila Mabes Polri setuju, maka barulah adanya kesepakatan tersebut," katanya.

Sunario juga menyayangkan viralnya foto plakat bertuliskan "Kantor Polisi Bersama" tersebut. Bahkan seolah-olah dikabarkan plakat tersebut telah dimonumenkan sebagai bentuk kerja sama antara dua kepolisian. 

"Dan yang beredar di media sosial seolah-olah itu sudah menjadi viral dan dimonumenkan, itu tidak. Inilah fakta dari pada plakat itu yang dikatakan viral sudah terjadi bangunan kantor polisi bersama, tidak. Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, mereka memberi contoh kita menolaknya, kita tidak membenarkan, maka plakat ini kita bawa ke Polres Ketapang, kita amankan ditakutkan disalahartikan atau disalahgunakan pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan hari ini juga AKBP Sunario akan dimutasi sebagai pamen di Polda Kalimantan Barat. Iqbal menegaskan soal kerja sama merupakan kewenangan Mabes Polri.

"Apa yang dilakukan Kapolres itu tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri, di mana kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain, itu kewenangannya ada di Mabes Polri," tegas Iqbal seperti dikutip dari Detikcom.


 

Berita Terkait