Sabtu, 14 Juli 2018 01:30 WITA

Polisi Tendang Ibu-Ibu di Pangkalpinang, Begini Reaksi Menteri Yohana

Penulis: Nur Izzati
Editor: Abu Asyraf
Polisi Tendang Ibu-Ibu di Pangkalpinang, Begini Reaksi Menteri Yohana
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Aksi kekerasan pada perempuan di Pangkalpinang, Bangka Belitung yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial AKBP Y menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. 

"Pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dihukum. Pencurian itu memang salah, namun penyelesaian tindak kriminal tidak boleh dilakukan dengan main hakim sendiri. Apalagi ada keterlibatan anak dalam kasus tersebut yang menjadi korban dari ajakan orang tuanya," ujar Yohana, Jumat (13/7/2018). 

Namun wanita yang akrab disapa Mama Yo ini mengapresiasi pihak kepolisian karena telah bertindak cepat untuk mencopot jabatan AKBP Y, dalam rangka pemeriksaan.

"Aparat penegak hukum dalam hal Ini Kepolisian Republik Indonesia, selama ini bergandengan tangan menjadi mitra kami dalam melindungi perempuan dan anak di Indonesia, sesuai dengan salah satu tugas fungsi Polri adalah pelindung dan pengayoman masyarakat," katanya. 

Menurutnya, kejadian seperti itu harus menjadi perhatian senua kalangan masyarakat, karena masih ada saja oknum-oknum yang belum mempunyai kesadaran bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian dari tindak kriminal. 

Ia juga menyebutkan, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terdapat tiga macam pasal penganiayaan yang dapat menjerat pelaku penganiayaan, antara lain penganiayaan biasa (pasal 351 KUHP), penganiayaan ringan (pasal 352 KUHP) dan penganiayaan berat (pasal 354 KUHP) yang kemudian sanksi nya akan di tentukan dari hasil visum. Adapun sanksi pidana penjara untuk pelaku pencurian yang paling lama lima tahun sesuai yang tercantum dalam pasal 362 KUHP.  

"Saya berharap pelaku kekerasan tersebut segera diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga dengan ibu pelaku pencurian yang telah melibatkan anaknya dalam perbuatan kriminal," terang Mama Yo.