Jumat, 13 Juli 2018 21:38 WITA

Dinas Sosial Sulsel Salurkan Bantuan Rp244 Juta bagi BWBP 

Editor: Abu Asyraf
Dinas Sosial Sulsel Salurkan Bantuan Rp244 Juta bagi BWBP 
Andi Ilham Gazaling

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Salah satu fokus perhatian Dinas Sosial Provinsi Sulsel dalam penyelesaian masalah sosial adalah keberadaan Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP). Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan usaha kemandirian.

Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Jumat (13/7/2018) diikuti oleh 60 BWBP yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel yang merupakan binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Manrapi Appakabaji.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling menjelaskan, dengan adanya kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan ini, diharapkan seluruh BWBP bisa memaksimalkan potensi diri yang mereka miliki.

"Sehingga, apa yang didapatkan pada kegiatan ini bisa dimanfaatkan dalam melaksanakan kegiatan di tengah masyarakat. Kami berharap, dengan begitu seluruh peserta tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan negatif yang pernah membawa mereka ke dalam lembaga pemasyarakatan," jelasnya.

Untuk itu, kata Ilham, pada kesempatan ini pihaknya juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada BWBP. Bantuan yang diserahkan berupa bantuan Usaha Kemandirian sebesar Rp200 juta dan bantuan bimbingan keterampilan dan operasional sebesar Rp44 juta. 

"Kami berharap, bantuan ini bisa menjadi stimulan untuk dimanfaatkan oleh BWBP untuk menjalankan usaha mandiri," katanya.

Sementara, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Sony W. Manalu menjelaskan bahwa, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menjalankan program bagi eks-narapidana setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

"Di negara manapun, keluar dari gerbang penjara mereka sudah lepas dari pantauan negara. Di Indonesia tidak, kita pantau. Karena banyak yang keluar penjara dia bingung untuk masa depannya. Belum lagi, mereka mendapat stigma dari masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Menurut Sony, apa yang dilakukan ini merupakan implementasi dari nawacita Presiden Joko Widodo. "Dalam posisi seperti inilah negara hadir, sesuai dengan nawacita presiden Jokowi, negara hadir saat rakyat membutuhkan," katanya.