Jumat, 13 Juli 2018 16:37 WITA

"Terbakarlah di Neraka!", Disoraki, Wanita Pembunuh Pacar Ini Cuma Tersenyum

Editor: Aswad Syam
Louise Spiteri-Ahern

RAKYATKU.COM, SIDNEY - Seorang mantan pacar yang cemburu, membayar pembunuh bayaran setidaknya USD4.000 untuk menembak mantan pacarnya hingga tewas. 

Dia pun dicerca di persidangan. "Terbakarlah di neraka," teriak pengunjung sidang  setelah dia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara. 

Louise Spiteri-Ahern (27), memiliki mantan kekasihnya, Raymond Pasnin, ditembak mati di luar rumah Pendle Hill ibunya di Sydney pada 2013.

Dia baru berusia 23 tahun ketika dia membayar pembunuh bayaran Daniel Haile untuk menembak Pasnin.

Haile dijatuhi hukuman setidaknya 24 tahun penjara, karena pembunuhan tahun 2016 lalu,  9 News melaporkan. 

Pasnin dilaporkan meninggal di pelukan ibunya dan tunangannya, Lyndal Archbold, yang keduanya di rumah Pendle Hill pada hari penembakan.

Spiteri-Ahern menghadapi pengadilan New South Wales hari ini, di mana Hakim Stephen Rothman memvonisnya 30 tahun penjara dengan periode non-pembebasan 18 tahun, mundur ke 22 Juni 2015.

"Pelanggarannya sangat serius. Pengaruhnya terhadap keluarga almarhum tidak dapat diukur," kata hakim. 

"Ini adalah mimpi buruk orangtua bagi anak mereka untuk mati oleh tindakan kekerasan, karena itu terjadi pada dasarnya di hadapan mereka".  

Menurut 9 News, saudari Pasnin, Susan Frichot, mengatakan kepada pengadilan New South Wales tahun lalu, bahwa saudara itu juga ditangkap pada tahun 2013 setelah Spirteri-Aheri mengklaim bahwa dia diduga telah menyerangnya.

"Dia [Ms Spiteri-Ahern] mengatakan' Aku dan Raymond bertengkar, aku hanya ingin membalasnya, aku hanya berpikir jika aku tidak bisa memilikinya, tidak ada yang bisa," tambah Frichot. 

Spiteri-Ahern dicela ketika dia dibawa dari pengadilan, ibu Pasnin berkata, "Saya harap kamu dibakar di neraka, dibakar di neraka, kamu layak mendapatkan semua yang datang untukmu".

Spiteri-Ahern dilaporkan hanya tersenyum kepada pengunjung saat disoraki, setelah hukuman dijatuhkan, dan berkata: "Ini belum berakhir, aku mencintaimu".