Jumat, 13 Juli 2018 16:20 WITA

Meski NH Kalah di Makassar, Aru Pede Maju DPR RI

Editor: Aswad Syam
Meski NH Kalah di Makassar, Aru Pede Maju DPR RI
Farouk M Betta

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Meski Golkar tak mendapat hasil yang positif pada Pilkada Serentak 2018 lalu, Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta, tetap percaya diri untuk naik kelas maju DPR RI pada Pileg 2019 mendatang.

Seperti diketahui, Golkar tak mampu membawa jagoannya pada Pilwalkot Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) keluar sebagai pemenang. Begitu pun pada Pilgub Sulsel, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) juga bernasib serupa, tak terkecuali perolehan suaranya di Makassar.

Namun, niat Ketua DPRD Makassar tersebut tak kendor. Ia menyatakan akan tetap beradu kekuatan untuk berebut kursi Senayan.

"Kita lihat. Tetap kita bertarung (DPR RI), insyaallah. Kita coba-coba," tegas Aru, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (13/7/2018).

Terpisah, pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Syahrir Karim berpendapat, raihan partai politik pada Pileg 2019 mendatang tidak memiliki keterkaitan yang cukup kuat.

Pasalnya, kata Syahrir, masyarakat kini cenderung melihat figurnya, bukan asal partai politiknya untuk dipilih. 

"Pengaruh kekalahn Appi-Cicu terhadap perolehan kursi di pileg nanti, saya kita tidak terlalu berpengaruh bagi Golkar," jelasnya.

Saat ini, kata Syahrir, pemilih lebih cenderung rasional melihat figur dan gagasannya. Makanya, ia menilai, kandidat calon legislator harus tetap beradu strategi secara personal, untuk bisa lolos mendapatkan kursi. 

Kendati demikian, caleg yang menggandeng nama tokoh termasuk kepala daerah saat sosialisasi, tetap memunyai nilai lebih. Namun, bukan faktor utama dalam keterpilihan.

"Kita bisa saksikan saat Pilkada lalu. Tokoh parpol tidak lagi dilirik pemilih. Justru tokoh seperti NA dan ASS yang non parpol bisa unggul. Pemilih juga tidak melihat bahwa Jokowi mendukung pasangan ini, melainkan ini murni persoalan figur dan kerja-kerja politik selama ini. Termasuk juga kekalahan Fatmawati di Sidrap. Itu juga kelihatan bahwa NasDem dan tokoh seperti Rusdi Masse, tidak lagi berpengaruh bagi pemilih," pungkasnya.