Jumat, 13 Juli 2018 16:04 WITA

Saudi Airlines Ajukan Praperadilan Penyitaan Aset Abu Tours oleh Polisi

Editor: Aswad Syam
Saudi Airlines Ajukan Praperadilan Penyitaan Aset Abu Tours oleh Polisi
Sejumlah agen Abu Tours, menggelar demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Makassar, Jumat (13/7/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pihak maskapai penerbangan Saudi Airlines, diam-diam mengajukan permohonan praperadilan terhadap sah atau tidaknya penyitaan aset Abu Tours, yang dilakukan penyidik Diterskrimsus Polda Sulsel. 

Sidang praperadilan ini digelar di PN Makassar pada Jumat (13/7/2018). Pihak maskapai penerbangan Saudi Airlines diwakili penasihat hukumnya, Afriady Putra. Afriady mengatakan, kliennya mengajukan praperadilan karena pihak Saudi Airlines memiliki hak terhadap aset yang disita penyidik kepolisian, sebagai bentuk perjanjian kerja antara Abu Tours dan maskapai ini. 

"Ada hak kami (terhadap barang yang disita), karena kami telah menerbangkan orang. Klien kami yang merasa dirugikan, yang disita yang punya kita yang telah secara keperdataan telah dilakukan yang ikut disita," kata Afriady. 

Afriady mengungkapkan, Abu Tours saat masih menjadi biro perjalanan umrah telah melakukan kerja sama dengan maskapai Saudi Airlines, dengan menyediakan tiket bagi jemaah umrah Abu Tours. Namun pihak Abu Tours tak kunjung mengganti biaya tiket yang telah diberikan Saudi Airlines. 

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar aset Abu Tours yang telah disita penyidik kepolisian, diberikan sebagian kepada maskapai ini, sebagai bentuk kesepakatan yang sebelumnya dibuat dengan pihak Abu Tours perihal piutang ini. 

"Dia (Abu Tours) adalah agen yang mengambil tiket kepada kita, dan dia belum bayar dan secara keperdataan mempunyai hak tanggungan kepada kami," imbuhnya. 

Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa yang menjadi saksi ahli di persidangan ini menilai, praperadilan yang diajukan maskapai penerbangan Saudi Airlines sah-sah saja. 

"Praperadilan itu kan penting sebetulnya, untuk kita menguji apakah manajemen penanganan perkara itu sudah tepat atau belum. Sah saja saya kira, karena kita berbicara proses administrasi, kita tidak bicara salah atau benar," ucap Eva. 

Sidang ini juga dihadiri puluhan agen dan jemaah Abu Tours, yang merasa dirugikan oleh biro perjalanan umrah ini. Bahkan, puluhan jemaah ini melakukan aksi unjuk rasa sebelum ditemui perwakilan Pengadilan Negeri Makassar.

Kedatangan mereka untuk menuntut pihak kepolisian, untuk tidak menghentikan penyitaan dan menginginkan Abu Tours untuk mengganti biaya jemaah yang telah disetornya. 

"Kami datang untuk mengawal. Karena kami juga korban, nanti hari Senin kami datang lagi," ujar salah seorang perwakilan agen yang enggan disebutkan namanya.