Jumat, 13 Juli 2018 16:04 WITA

13 Kepala Daerah di Sulsel Ramai-ramai Daftar Caleg

Editor: Nur Hidayat Said
13 Kepala Daerah di Sulsel Ramai-ramai Daftar Caleg

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah kepala daerah di Sulsel, ramai-ramai mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019.

Kebanyakan, mereka yang akan nyaleg, adalah kepala daerah yang sebentar lagi masa jabatannya akan berakhir.

Salah satu kepala daerah yang akan nyaleg, yaitu Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Deng Ical. Wakil Ketua Partai Golkar Sulsel ini, mengincar kursi Senayan dari Dapil Sulsel I.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengulas hal yang mendasari fenomena para kepala daerah yang maju di Pileg.

"Tentu mereka memperhitungkan masa jabatan yang sebentar lagi akan berakhir. Mereka adalah publik figur yang memerlukan panggung politik baru, pasca tak menjabat lagi. Jadi, pilihan maccaleg adalah salah satu pilihan terbaik," kata Nurmal kepada Rakyatku.com, Jumat (13/7/2018).

Dikatakan Nurmal, kepala daerah ini  adalah figur populer yang tentu merupakan prasyarat utama ikut caleg. Mereka sudah punya basis dukungan yang jelas, sehingga bisa dengan mudah mendulang suara.

"Hal lain adalah mereka sudah harus menyiapkan amunisi politik, untuk kelanjutan karir politik mereka ke depan. Terutama pada wakil kepala daerah yang kemudian dinyatakan kalah oleh petahana," jelasnya.

"Mereka sudah harus menyusun kekuatan untuk menyiapkan langkah mereka, pasca incumbent tak lagi bisa mencalonkan diri di daerahnya," tambah Nurmal lagi.

Lalu bagaimana peluang kepala daerah ini duduk di kursi legislatif?

"Peluang mereka tentu lebih besar. Basis suara mereka jelas terutama di kabupatennya. Namun, ini semua tergantung rekam jejak mereka selama menjabat. Selain itu, posisi mereka menjadi tidak strategis, ketika bupati yang pernah menjadi rival mereka bergerak menggagalkan peluangnya," pungkas Nurmal.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah, Andi Luhur Prianto menjelaskan, migrasi kekuasaan dari kekuasaan eksekutif ke legislatif, umumnya dilakukan karena ketiadaan pilihan. 

"Para politisi yang ingin segera pindah panggung, karena masa amanah segera berakhir," kata Luhur.

Dijelaskan Luhur, kepala daerah tersebut adalah para politisi yang gagal di kontestasi Pilkada serentak yang lalu, baik sebagai kontestan, tim sukses, endorser, ataupun sebagai king maker. 

"Tapi tidak berarti juga sudah tamat riwayat karier politik mereka. Mereka ini tokoh yang sudah melampaui ujian elektoral sebelumnya," sambung Luhur.

Hanya saja menurut dia, konsekuensinya secara elektoral mereka ini tidak berada di barisan pemenang orang yang di perjuangkannya. Tetapi secara figur, modal ketokohan mereka justru sangat dibutuhkan partainya untuk sukses di kontestasi Pileg 2019.

"Secara internal, umumnya juga mereka berada di urutan kesekian pada rivalitas internal partainya. Bersaing dengan incumbent internal. Kecuali RMS sebagai ketua partai," pungkas Luhur.

Inilah kepala daerah di Sulsel yang akan maju pada Pileg 2019:

1. Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal (DPR RI dari Golkar)

2. Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu (DPRD Sulsel dari Demokrat)

3. Wakil Bupati Bantaeng, M Yasin (DPRD Sulsel dari PAN)

4. Bupati Sinjai, Sabirin Yahya (DPR RI dari Demokrat)

5. Wakil Bupati Sinjai, Andi Fajar Yanwar (DPR RI dari Hanura)

6. Wakil Bupati Soppeng, Supriansa (DPR RI dari Golkar)

7. Bupati Wajo, Burhanuddin Unru (DPR RI dari Golkar)

8. Wakil Bupati Wajo, Andi Syahrir Kube Dauda (DPRD dari Demokrat)

9. Wakil Bupati Enrekang, HM Amiruddin (DPR RI dari Nasdem)

10. Wakil Bupati Pinrang, Darwis Bastama (DPRD Sulsel dari Golkar)

11. Bupati Sidrap, Rusdi Masse (DPR RI dari Nasdem)

12. Wakil Bupati Palopo, Akhmad Syafruddin Daud (DPR RI, Hanura)

13. Wakil Bupati Luwu, Amru Saher (DPR RI dari PKS)