Jumat, 13 Juli 2018 15:49 WITA

Sambil Tunggu MK, Andi Mahyanto Daftar Caleg DPR RI

Editor: Aswad Syam
Sambil Tunggu MK, Andi Mahyanto Daftar Caleg DPR RI
Andi Mahyanto Massarappi

RAKYATKU.COM, SINJAI - Calon wakil bupati Sinjai, nomor urut dua yang berpasangan dengan petahana Sabirin Yahya, Andi Mahyanto Massarappi (AMM), memiliki tekad lain pasca pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Sinjai 27 Juni lalu.

Meski belum bisa dikatakan gagal, Andi Mahyanto tetap bersemangat menyuarakan aspirasi dan berjuang demi rakyat, meski nantinya bukan sebagai wakil Bupati Sinjai.

Pria bertubuh jangkung ini mempersiapkan diri maju pada pertarungan pemilihan legislatif pada 2019 mendatang.

Kepada Rakyatku.com, Andi Mahyanto mengaku mendapat dukungan besar dari keluarga, juga petinggi partai yang akan dikendarainya nanti.

"Insyaallah dinda sambil tunggu keputusan MK (Mahkama Konstitusi: red) saya diminta keluarga dan pendukung besar saya, juga ketua PAN Sulsel, Pak Ashabul Kahfi, bertarung caleg DPR RI di dapil 2," ujarnya, Jumat (13/7/2018).

Andi Mahyanto Mengaku, berkasnya telah masuk di DPW PAN Sulsel, melalui ketua PAN Sulsel, Ashabul Kahfi yang secara langsung menerima berkas pendaftarannya.

"Motifasinya bahwa, fungsi DPR itu ada 3, legislasi, budgeting dan pengawasan. Insyaallah saya kalau terpilih akan mewarnai gedung DPR RI, dengan pemikiran-pemikiran yang berpihak pada masyarakat miskin, baik dalam mengawal aspirasi masyarakat maupun dalam mengawal pembuatan undang-undang, harus selalu berpihak pada masyarakat," jelas pria yang berlatarbelakang pengacara ini.

Pasca Pilkada Sinjai lalu, Andi Mahyanto masih menyimpan kenangan pahit. Ia mengungkap, jika tekadnya mengabdi pada kampung halaman terzalimi, dan takdirnya berkata lain.

"Di Pilkada Sinjai saya dizalimi. Saya mau mengabdi untuk kampung tercinta melalui eksekutif tetapi takdir berkata lain, semoga di jalur legislatif ini, saya bertekad berbuat untuk masyarakat banyak dan untuk membantu masyarakat. Saya harus berada dalam lembaga yang punya taring dan nyali, bagaimana bisa mengawal aspirasi masyarakat banyak, terutama masyarakat petani maupun nelayan," kuncinya.