Sabtu, 14 Juli 2018 07:00 WITA

Cerita di Balik Gaun Berbahan Sawi Putih Karya Desainer Malaysia

Editor: Abu Asyraf
Cerita di Balik Gaun Berbahan Sawi Putih Karya Desainer Malaysia
Gaun berbahan sawi putih atau kubis karya desainer Malaysia, Azzim Aziz.

RAKYATKU.COM - Gaun karya desainer asal Malaysia, Azzim Aziz jadi pro kontra. Ada yang mengapresiasi, namun tidak sedikit yang menyayangkannya. Maklum, gaun yang hanya bertahan dua hari itu menggunakan bahan makanan, tepatnya sawi putih atau kubis.

Sebelumnya, gaun rancangan Azzim menarik perhatian karena dibuat dari lembaran sayur sawi putih atau kubis. Azzim menyebut gaun unik itu dibuatnya pada awal Juli lalu, dan mengunggah fotonya di akun Facebook miliknya. Ia menjelaskan, gaun ini dibuat secara manual jahit tangan dalam waktu yang singkat. 

"Saya gunakan dengan jahit tangan, satu hari sahaja sebab itu kubis fresh," ujar Azzim seperti dikutip dari Kompas.com. 

Azzim menceritakan, ide pembuatan gaun ini terlintas sesaat setelah ia kembali dari pasar. "Saya tiba-tiba dapat idea selepas pergi ke pasar lihat sayur kubis (sawi putih) yang segar, kelopaknya sangat cantik. Saya terfikir kelopak sayur kubis ini pasti cantik kalau dijadikan konsep busana pengantin... pasti nampak kelainan (berbeda),” ujar desainer berusia 23 tahun ini. 

Untuk satu gaun, Azzim menghabiskan 30 buah sawi putih. Helai demi helai daun sawi dijahitnya satu persatu hingga menjadi gaun yang unik. Setelah jadi, terlihat warna gaun bergradasi hijau. 

Kemudian, dikenakan seorang model bernama Majdah Yahya yang berpose dengan gaun sawi rancangan Azzim, dengan memegang brokoli bak buket bunga di tangannya. 

Sang model mengenakan kerudung berwarna hijau gelap yang dikreasikan sedemikian rupa dan dipermanis dengan tambahan tiara di atasnya. Azzim mengaku karyanya sempat menuai pro dan kontra. Ada yang menilai, karyanya mubazir. Namun, ada pula yang menganggapnya kreatif. 

“Ada juga yang tidak suka dengan design tersebut, kerana mereka anggap membazir (mubazir). Ada juga yang menyukai design tersebut mereka anggap sangat unik dan kreatif, kerana jarang dibuat oleh mana-mana designer,” akunya. 

Berdasarkan keterangan desainer asal Baling, Kedah, Malaysia ini, gaun sawi putih ini hanya dapat bertahan selama dua hari jika disimpan di tempat yang dingin. Hal itu karena semua material yang digunakan berasal dari lembaran daun sawi putih segar.