Kamis, 12 Juli 2018 23:16 WITA

Pengedar di Sulsel Capai 21.961 Orang, Sumarsono Sebut Narkoba Masuk dari Malaysia

Editor: Nur Hidayat Said
Pengedar di Sulsel Capai 21.961 Orang, Sumarsono Sebut Narkoba Masuk dari Malaysia
Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengungkap narkoba yang beredar di Sulsel berasal dari negara tetangga Malaysia melalui pelabuhan.

"Narkoba di Sulsel ini efek dari penyaluran dari negara lain terutama berasal dari Malaysia melalui pelabuhan. Karena itulah BNN didukung pemerintah daerah akan senantiasa melakukan penjagaan yang ketat terutama di pelabuhan dan bandara," ungkap Soni pada hari peringatan Narkotika Internasional, Kamis, (12/7/2018). 

Sumarsono berujar, penyalahgunaan narkoba di Sulsel saat ini berada di peringkat ke-7. Hal ini, kata dia, sudah sungguh mengkhawatirkan.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Mardi Rukmianto, mengatakan, sesuai hasil survei nasional tentang penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang dilaksanakan oleh BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia Sulsel saat ini berada pada posisi 7.

"Pada tahun 2015 Provinsi Sulsel menempati posisi 9 diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,27 persen atau sebanyak 138.937 orang. Dan survei pada tahun 2017, Sulsel mengalami menjadi posisi 7 dengan angka prevalensi 1.95 persen atau sebanyak 133.503 orang," katanya.

"Selain itu terdapat 30-40 orang meninggal sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba," sebutnya. 

Sementara, data kasus penegakan hukum narkoba Polda Sulsel dan BNN pada 2016 ditemukan sebanyak 1.613 kasus, sedangkan pada 2017 mengalami penurunan sebanyak 1.442 kasus.

"Sementara dari jumlah bandar dan pengedar pada tahun 2016 sebanyak 12.423 orang. Tahun 2017, mengalami peningkatan sebanyak 19.514 orang. Kemudian dari jumlah pengguna pada tahun 2016 sebanyak 15.869 orang dan pada tahun 2017 mengalami kenaikan 21.961 orang," tutupnya.