Kamis, 12 Juli 2018 20:39 WITA

Hanya di Indonesia, Metode Identifikasi Narkoba Jenis Baru

Editor: Nur Hidayat Said
Hanya di Indonesia, Metode Identifikasi Narkoba Jenis Baru
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto. (Sumber Foto: Merdeka)

RAKYATKU.COM, BOGOR - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengatakan pemerintah saat ini telah menemukan sebuah metode baru yang tidak dimiliki di negara-negara lainnya. Metode itu diklaim mampu mengidentifikasi narkoba-narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia.

"Hasil riset kita sendiri, ditemukan satu metode yang tidak ada di negara lain. Metode kita itu untuk mengidentifikasi narkoba-narkoba jenis baru. Dan negara-negara lain minta untuk disebarluaskan," kata Wiranto saat menghadiri puncak acara perayaan Hari Anti Narkotika Internasional, di Pusat Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018) dikutip Merdeka.com.

Menurut Wiranto, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia darurat narkoba. Berdasarkan laporan yang diterimanya, 30 anak muda tiap harinya meninggal karena narkoba.

Wiranto juga mengatakan, ancaman narkoba bisa digunakan sebagai instrumen proxy war untuk menghancurkan sebuah bangsa. Oleh sebab itu, ia menilai, narkoba adalah ancaman yang luar biasa dan betul-betul serius.

"Kita (pemerintah) setiap Lebaran berjaga-jaga supaya tidak ada korban lalu lintas. Kita bisa tekan itu. Tapi ini, tiap hari, seakan-akan kita membiarkan anak muda kita mati," ucap Wiranto.

Atas kondisi itu, Wiranto mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memerangi narkoba. Ia menyebut, salah satu cara kartel atau sindikat narkoba menyelundupkan barang haram tersebut masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan jalur-jalur tikus di daerah perbatasan.

"Yang sudah masuk ke sini (Indonesia) bukan hitungan kilo lagi, tapi ton," kata dia.